Investigasi KontraS: Selain Randi, Yusuf Juga Tewas Tertembak

Senin, 14/10/2019 17:50 WIB
Yusuf Kardawi, salah satu mahasiswa UHO yang tewas saat demo (kanalkalimantan.com)

Yusuf Kardawi, salah satu mahasiswa UHO yang tewas saat demo (kanalkalimantan.com)

Jakarta, law-justice.co - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menemukan fakta mengejutkan terkait gugurnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo bernama Randi (21) dan M Yusuf Kardawi (19).

KontraS menyatakan ada kemungkinan Yusuf juga tewas karena tertembak.

Investigasi ini dilakukan dengan metode wawancara saksi mata di lapangan. KontraS juga melakukan komunikasi dengan lembaga Ombudsman dan tim kuasa hukum korban. Kroscek dengan media di lokasi juga sudah dilakukan.

Investigasi dilakukan setelah terjadinya demo ricuh di Kendari yang menewaskan mahasiswa.

"Nah, hasil temuan awal kita bahwa kami menduga 2 orang mahasiswa ini mengalami penembakan. Kalau kami menduga penembakan ini terjadi kepada almarhum Muhamad Yusuf Kardawi yang berada persis di samping kantor Disnaker," kata Kepala Divisi Pembelaan HAM KontraS Arif Nur Fikri seperti dilansir dari Detik.com, Senin (14/10/2019).

Arif mengatakan Yusuf bukan tewas karena dipukul seperti yang selama ini diungkapkan. Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi di depan kantor Disnaker, Yusuf tewas ditembak.

"Info awal bahwa Muhamad Yusuf ini meninggal karena ada luka pukul di kepala tapi ketika kita mengkroscek dan rekan-rekan dan beberapa saksi bahwa ada dugaan kemungkinan Muhamad Yusuf Kardawi ini mengalami luka tembak," ucap Arif.

Arif menjelaskan saat itu saksi pertama, rekan korban hendak menolong Yusuf yang sempat terjatuh di depan kantor Disnaker. Ia menyebutkan, ketika hendak menolong, saksi sempat diacungi senjata api oleh aparat. Karena takut, lalu saksi berlari zigzag menjauhi Yusuf yang sudah tergeletak.

Kemudian, setelah itu, saksi melihat beberapa polisi keluar dari kantor Disnaker dan memukuli Yusuf. Dia mengatakan saksi menyimpulkan Yusuf jatuh tertembak setelah itu dipukuli oleh polisi.

"Kenapa dia bisa terjatuh itu meragukan bahwa luka pertama itu akibat pemukulan. Jadi ada dugaan bahwa dia jatuh tersungkur itu ada dugaan penembakan terhadap Yusuf Kardawi," papar Arif.

Kemudian Arif memastikan temuan ini juga didukung oleh keterangan teman-teman Yusuf kalau ada luka lubang dan berdarah di kepala Yusuf. Selain itu, beberapa saksi mengaku melihat polisi mengambil proyektil di lokasi jatuhnya Yusuf.

"Beberapa saksi juga melihat bahwa beberapa kepolisian membawa senpi yang hasil dari temuan kita beberapa menemukan proyektil di tempat almarhum Yusuf," ujar Arif.

Diketahui, pada Kamis (26/9), terjadi demo ricuh di gedung DPRD Sultra, Kendari. Sebelumnya diberitakan, Randi tewas tertembak dalam demo berujung bentrok dengan polisi di depan gedung DPRD Sultra, Kendari, Kamis (26/9). Gabungan tim dokter forensik yang melakukan autopsi memastikan Randi tewas karena terkena tembakan senjata api.

Biro Provost Divisi Propam Mabes Polri menginvestigasi kasus ini dan menemukan enam anggota polisi yang membawa senjata api. Berkas perkara dugaan pelanggaran enam polisi ini dinyatakan lengkap. Keenam polisi menjalani sidang Propam pada pekan depan.

"Direncanakan (sidang) minggu besok," ujar Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt saat dimintai konfirmasi, Sabtu (12/10).

Keenam polisi diperiksa Propam karena membawa senjata api (senpi) saat pengamanan demonstrasi mahasiswa di DPRD Sultra yang berujung kericuhan. Ada tiga jenis senpi yang dibawa saat pengamanan demo.

(Regi Yanuar Widhia Dinnata\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar