Polisi Amankan Belasan Orang Diduga Provokator

Rabu, 25/09/2019 07:46 WIB
Demonstrasi berakhir bentrok (foto: Robinsar Nainggolan/Law-Justice.co)

Demonstrasi berakhir bentrok (foto: Robinsar Nainggolan/Law-Justice.co)

Jakarta, law-justice.co - Polres Metro Jakarta Barat menangkap 17 orang, kebanyakan masih di bawah umur, yang diduga terlibat perusakan dan penembakan pos lalu lintas di Slipi, Jakarta Barat, saat kericuhan pasca-unjuk rasa mahasiswa, Selasa (24/9) malam. Mereka berasal dari luar Jakarta.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes (Pol) Hengki Haryadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (25/9) pagi, membenarkan penangkapan 17 orang tersebut.

Mereka diduga sebagai provokator dalam unjuk rasa mahasiswa yang berujung ricuh mulai Selasa  (24/9/2019) sore di seputaran Kompleks Parlemen, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

“Kami mencurigai aksi anarkis tersebut ditunggangi oleh oknum yang ingin memanfaatkan situasi dan kondisi saat ini. Mirisnya, dari para pelaku yang berhasil diamankan, rata-rata mereka masih di bawah umur,” ujar Hengki, seperti dilaporkan Kompas.

Mereka disebut menyusup dalam kerumunan massa mahasiswa dan memanfaatkan situasi untuk berbuat onar. Menurut Hengki, pola yang digunakan para provokator tersebut hampir mirip dengan kejadian saat unjuk rasa yang juga berujung ricuh pada 22 Mei lalu. Pada saat itu, aksi damai menentang hasil rekapitulasi Pemilihan Presiden 2019 di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat, berujung ricuh.

Kemiripannya, provokator menyusup dalam kerumunan massa dan memanfaatkan situasi untuk berbuat onar. Selain itu, pelaku yang diamankan berasal dari luar Jakarta.

“Para pelaku yang diamankan juga berasal dari luar daerah atau luar Jakarta, ini yang patut kita curigai dan akan terus kita dalami,” katanya. Penyelidikan dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Barat bersama Polda Metro Jaya.

(Tim Liputan News\Rin Hindryati)
Share:


Berita Terkait

Komentar