Pesta Seks Tukar Pasangan di Pasuruan Digagas Seorang Guru

Jum'at, 19/07/2019 11:07 WIB
Pesta seks tukar pasangan di Pasuruan, Jawa Timur (Kabarjatim.com)

Pesta seks tukar pasangan di Pasuruan, Jawa Timur (Kabarjatim.com)

Surabaya, law-justice.co - Pesta seks tukar pasangan atau swinger bertajuk "Party Happy Sex" ternyata menurut penelusuran polisi digagas oleh seorang mantan guru.

Kasus penggerebekan pesta tukar pasangan yang berada di Villa Salsa, Genengsari Desa Pecalukan, Prigen, Kabupaten Pasuruan ini berhasil mendapat sorotan publik. Polisi mengamankan Agus Kusbiantoro (44) yang diduga sebagai penggagas pesta ini bersama dengan enam orang lainnya.

"Tujuh orang kami amankan di daerah Tretes. Jadi tujuh orang tersebut kami amankan melakukan pesta seks dalam satu ruangan," kata Kanit 5 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKP Mohammad Aldy Sulaiman saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (18/7/2019).

Melansir dari Detik.com, Aldy mengatakan, kepada polisi Agus pria warga Sambikerep, Surabaya itu mengaku memang pernah menjadi guru. Tetapi sekarang tidak lagi setelah resign dari tempatnya bekerja.

"Tersangka ini mengaku dulunya dia guru di salah satu sekolah di Surabaya. Tersangka mengaku beberapa bulan lalu sudah resign," kata Aldy.

Karena menjadi penyelenggara, kata Aldy, Agus pun ditetapkan menjadi tersangka. Sementara enam orang lainnya statusnya menjadi saksi.

"Setelah kita melakukan proses penyidikan diketahui pesta tersebut diadakan atau diundang oleh satu orang dan ditetapkan sebagai tersangka dan sisanya menjadi saksi," tandas Aldy.

Pengakuan Pelaku

Agus menggelar pesta seks dengan menawarkannya melalui twitter. Twitter itu dibuat sejak Maret 2019. Dengan twitter itu, Agus sudah 4 kali menggelar pesta seks yang tidak hanya berlokasi di Pasuruan saja, tetapi juga Surabaya.

Untuk menggelar pesta seks itu, Agus mengutip Rp 500 ribu dari masing-masing pasangan. Bila tidak ada yang mempunyai pasangan, Agus menawarkan seorang partner perempuan yang bisa digunakan dengan membayar Rp 700 ribu.

"Saya dengan pasangan mempunyai Twitter. Kemudian di twitter kami dikenal. Banyak orang melakukan DM biasanya para tamu menginginkan diadakan sebuah event atau party," kata Agus.

Agus menerangkan para peserta pesta seks bisa bertukar pasangan sesukanya. Namun, dia menegaskan dia dan pasangan atau partnernya enggan bertukar.

"Begini, di kelompok kami ada yang namanya swinger tukar pasangan atau ada juga yang single. Jadi kelompok swinger bertukar pasangan ada yang hard swing atau soft swing. Jadi dari 7 orang tersebut satu pasangan saya, satu pasutri, satu lagi ada beberapa yang single yang menginginkan untuk ikut," papar Agus.

"Jadi untuk saya pribadi sebagai penggagas event tidak berpindah pasangan. Yang tiga mereka silakan berkontak sendiri, jadi saya cuman mengumumkan ada acara di sini, selebihnya ada acara lain silakan bertemu di tempat dan komunikasi sendiri," kata Agus.

Tidak mencari keuntungan

Agus mengaku menggelar acara pesta seks bukan untuk mencari keuntungan. Tujuannya adalah untuk mencari fantasi seks.

"Saya tidak ambil keuntungan di situ, artinya saya senang untuk menyenangkan orang lain, bagian dari fantasi," lanjut Agus

Agus juga menceritakan pesta yang digelar sejak pukul setengah 10 malam ini juga diawali dengan kegiatan berkaraoke bersama hingga mabuk-mabukan.

"Kami datang setengah 10 malam kemudian dilakukan kegiatan karaoke mabuk kemudian dimulai dari joget teman saya perempuan melepas baju tapi saya tak ganti pasangan," tandas Agus.

Dalam kasus ini polisi mengamankan barang bukti di antaranya uang Rp 700 ribu, handphone, 3 buah pakaian dalam wanita, 3 buah celana dalam wanita, 3 buah celana dalam laki-laki dan kondom. Sementara pasal yang disangkakan kepada tersangka adalah Pasal 296 KUHP jo Pasal 506 KUHP.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar