Ulama Pendukung Jokowi dan Prabowo Bentuk Forum Anti Anarkisme

Kamis, 16/05/2019 17:45 WIB
Puluhan ulama Solo Raya melakukan foto bersama usai petermuan membentuk Forum Anti Anarkisme, di Hotel Azizah-Solo, Kamis. (ANTARA/Bambang Marwoto)

Puluhan ulama Solo Raya melakukan foto bersama usai petermuan membentuk Forum Anti Anarkisme, di Hotel Azizah-Solo, Kamis. (ANTARA/Bambang Marwoto)

Solo, law-justice.co - Para ulama dari Solo Raya menggelar pertemuan dan sepakat akan membentuk forum komunikasi anti anarkisme menjelang pengumuman hasil penghitungan nasional Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum, pada 22 Mei mendatang.

Ustaz Syihabudin selaku pemerkarsa acara pertemuan mengatakan, kegiatan yang dihadiri puluhan orang dari para tokoh ulama baik pendukung pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-KH Ma`ruf Amin, maupun pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga, telah sepakat akan membentuk "Forum Anti Anarkisme Solo Raya" untuk menjaga kondusifitas di wilayah ini.

Menurut Syihabudin forum itu sebagai jalur komunikasi bersifat temporer, dengan tujuan menyamakan persepsi seluruh ulama di Solo Raya.

"Para ulama yang hadir pendukung paslon Joowi-Ma`ruf dan Prabowo-Sandiaga, sepakat tetap menjalin komunikasi," katanya di Solo, Kamis (16/5).

Pihaknya berharap dengan forum tersebut dapat memberikan informasi yang menenangkan masyarakat Solo Raya agar tidak terombang-ambing arus informasi yang menyesatkan.

Dia mengatakan pada pertemuan yang berlangsung di Hotel Azizah Solo tersebut telah disepakati susunan Forum Anti Anarkis Solo Raya. Dan, hasilnya Ustaz Halim Naharusurur terpilih sebagai ketua forum, Ustaz Shihabudin, Ustaz Abdurochim Ba`asyir, dan Ustaz Badarudin (wakil ketua).

Menurut dia, sebagai koordinator lapangan Forum Anti Anarkis Solo Raya, yakni Ahmad Sigit, Burhan Hilal, Ustaz Yusuf Suparno, dan Ustaz Sholeh Ibrahim.

Forum itu, kata dia, juga akan bekerja sama dan mendukung Polri sebagai unsur aparat keamanan yang tentunya memiliki arus informasi lebih dini.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar