BPS Sebut Nilai Ekspor pada April Menurun 10,8 Persen

Rabu, 15/05/2019 12:55 WIB
Aktivitas ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (indonesiakita.co)

Aktivitas ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (indonesiakita.co)

Jakarta, law-justice.co - Badan Pusat Statistik (BPS) merincikan nilai ekspor pada April 2019 sebesar USD 12,6 miliar, turun 10,8% dari bulan sebelumnya yakni US D14,12 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan pelemahan ekspor dipicu perekonomian global yang melambat serta harga komoditas seperti minyak sawit, batu bara, timah, nikel dan bijih besi yang berfluktuasi.

"Konflik dagang yang memanas dan faktor geopolitik semakin memperparah kondisi saat ini," ujar Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Rabu (15/5), seperti dikutip Media Indonesoa.

Dia merincikan, kontribusi sektor migas dalam kinerja ekspor April sangat minim, yakni hanya USD 0,74 miliar atau turun 34,95% dari bulan sebelumnya yang mencapai USD 1,14 miliar. Sementara, sektor nonmigas menyumbang USD 11,86 miliar. Raihan tersebut lebih rendah 8,68% dari Maret yang kala itu menyentuh USD 12,98 miliar.

Secara tahunan, kinerja ekspor April merosot 13,10%. Di periode yang sama tahun lalu, BPS mencatat total perdagangan ke luar negeri mencapai US$14,5 miliar.

Kendati demikian, Suhariyanto mengatakan penurunan kinerja pada April memang sudah menjadi pola tahunan setidaknya dalam dua tahun terakhir.

Pada 2017, nilai eskpor Maret tercatat USD 14,72 miliar dan turun menjadi USD 13,27 miliar pada April. Begitupun di 2018 yang turun dari USD 15,51 miliar ke USD 14,5 miliar.

"Penurunan ekspor ini sebenarnya mengikuti pola yang sama dengan 2018 dan 2017, di mana ekspor pasti turun pada April dibanding Maret," pungkasnya.

(Gisella Putri\Editor)
Share:
Tags:


Berita Terkait

Komentar