Ribuan Warga Baduy Turun Gunung Rayakan Seba

Sabtu, 04/05/2019 19:08 WIB
Warga Baduy Rayakan Tradisi Seba (foto: Tempo)

Warga Baduy Rayakan Tradisi Seba (foto: Tempo)

law-justice.co - Ribuan warga Baduy yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten “turun gunung” merayakan Seba hari ini, Sabtu (4/5). Perayaan Seba Baduy merupakan upacara tradisi sakral warga Baduy yang tinggal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak yang telah dilaksanakan secara turun temurun sejak zaman Kesultanan Banten. Ritual ini merupakan titipan dari leluhur untuk menjalin hubungan baik bersama kepala daerah (bupati dan gubernur) serta aparat hukum.

"Kita wajib melaksanakan tradisi seba yang dilaksanakan warga Baduy setelah menjalani perayaan kawalu itu," kata Ayah Nurpa, seorang pemuka adat Baduy Dalam warga Cikeusik Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Sabtu.

Perayaan seba dihadiri ribuan warga Baduy terdiri dari Baduy Luar (penamping) dengan khas pakaian hitam-hitam dan lomar atau ikat kepala berwarna biru juga Baduy Dalam (Baduy Jero) berpakaian khas putih-putih dan lomat putih.

Masyarakat Baduy Dalam melaksanakan seba dengan berjalan kaki menempuh perjalanan lima jam atau 40 Km menuju Rangkasbitung. Masyarakat Baduy yang tinggal di pegunungan kendeng merayakan seba sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan hasil bercocok tanam ladang.

Selain itu juga kehidupan masyarakat Baduy damai dan rukun tanpa gangguan keamanan.

Oleh karena itu, warga Baduy wajib melaksanakan tradisi seba guna membangun kehidupan yang lebih baik antara tetua adat dan kepala pemerintahan daerah.

"Kita khawatir jika tidak merayakan seba dapat menimbulkan malapetaka maupun bencana. Sebab, perayaan seba sebagai titipan leluhur yang harus dilaksanakan setiap tahun," ujarnya.

Asmin (40), seorang warga Baduy Dalam mengatakan bahwa dirinya tahun ke tahun merayakan seba untuk menjalin hubungan baik dengan pemerintah daerah sebagai aparat negara.

Aparat negara itu mengatur kehidupan rakyat agar kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan sejahtera."Kita sebagai warga negara yang baik tentu harus tunduk dan patuh terhadap peraturan pemerintah," jelasnya.

Menurut dia, masyarakat Baduy Dalam yang tersebar di Kampung Cibeo, Cikeusik dan Cikawartana hidup penuh kedamaian dan kecintaan terhadap alam.

Selama ini, masyarakat Baduy melestarikan, menjaga dan menghijaukan kawasan hutan adat guna mengantisipasi pemanasan global yang bisa mempengaruhi kehidupan manusia. "Kita berkomitmen menjaga dan melestarikan hutan agar tidak terjadi kerusakan alam," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi menyebutkan perayaan seba tahun 2019 dihadiri warga Baduy sebanyak 1.035 jiwa,termasuk 13 jiwa dari Baduy Dalam. "Kami berharap pelaksanaan seba yang digelar malam nanti berjalan lancar," ujarnya.

Sumber: Antara

(Tim Liputan News\Rin Hindryati)

Share:




Berita Terkait

Komentar