Keputusan Mengejutkan: Prabowo Belum Kirim Pasukan ke Gaza

Kamis, 19/03/2026 07:25 WIB
Keputusan Mengejutkan: Prabowo Belum Kirim Pasukan ke Gaza  foto : kompas

Keputusan Mengejutkan: Prabowo Belum Kirim Pasukan ke Gaza foto : kompas

law-justice.co -  


Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk menunda pengiriman 8.000 personel TNI yang sedianya akan ditugaskan sebagai pasukan perdamaian (BOP) di Gaza.  

Sebelumnya, pada 19 Februari 2026, Prabowo menyatakan Indonesia akan mulai mengirimkan pasukan pendahulu ke Gaza dalam waktu satu hingga dua bulan sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional.


 
Presiden Prabowo Subianto menunda rencana Indonesia untuk mengirim Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force ke Gaza. Penundaan dilakukan seiring meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.

”Rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini ditunda. Semua pembahasan terkait BoP (Dewan Perdamaian/Board of Peace) sedang ditangguhkan (on hold) karena meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah,” kata Presiden Prabowo dalam wawancara dengan Bloomberg, sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Senin (16/3/2026).

Sebelumnya diberitakan Forum Purnawirawan Prajurit TNI melayangkan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Mereka menolak rencana pengiriman 8.000 pasukan TNI ke Gaza sebagai bagian dari implementasi Board of Peace (BoP). Penolakan itu disebabkan ribuan personel TNI akan dikirim ke Gaza tanpa mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau menggunakan helm biru.

Respond penundaan pengiriman ke Gaza

Guru Besar Geopolitik Timur Tengah di Universitas Gadjah Mada Siti Mutiah Setiawati menyebut penundaan pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza mengindikasikan Presiden Prabowo mendengar masukan dari masyarakat. Ia mengingatkan, mengirim pasukan di daerah konflik biasanya di bawah payung Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Keputusan Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk menunda pengiriman 8.000 personel TNI diambil menyusul memanasnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran di Timur Tengah.

 

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar