Ada Apa KPU Menolak Audit Forensik IT?
Logo KPU
law-justice.co - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengapresiasi aksi unjuk rasa Forum Umit Islam (FUI) ke Kantor KPU, Jumat, (1/3/2019) yang lalu. Menurutnya, aksi unjuk rasa tersebut untuk menyampaikan aspirasi kepada KPU agar menyelenggarakan Pemilu secara jujur dan adil dengan mengaudit IT KPU. "Saya kira itu aspirasi yang ingin pemilu kita berjalan bersih jujur dan adil tanpa kecurangan," kata Fadli usai menghadiri acara deklarasi Garbi di Epiwalk, Kuningan, Jakarta, Minggu, (3/3/2019).
Massa yang berunjuk rasa tersebut antara lain juga meminta adanya audit forensik terhadap IT KPU. Sehingga keraguan masyarakat bahwa sistem IT KPU sudah dimanipulasi bisa terjawab. Keraguan terhadap ketidakberesan IT KPU sehingga banyak kalangan ingin supaya adanya audit itu, kiranya wajar karena IT KPU bisa menjadi salah satu pintu untuk terjadinya kecurangan pemilu.
Adalah Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, yang mengeluhkan kondisi teknologi informasi (IT) yang dipergunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Menurut dia, IT yang dipergunakan lembaga penyelenggara pemilu itu bermasalah. Padahal, IT dipergunakan untuk menginput data mulai dari daftar pemilih hingga data calon anggota legislatif dan calon presiden-calon wakil presiden. Keluhan itu disampaikan wakil ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, setelah menghadiri rapat koordinasi antara partai politik, KPU RI, Bawaslu RI, dan Ditjen Dukcapil Kemendagri di kantor KPU RI, Kamis (13/12/2018) yang lalu.
Adanya keluhan, kecurigaan bahkan ketidakpercayaan dari pihak-pihak tertentu atas kondisi IT KPU tentunya tidak boleh dibiarkan begitu saja. Karena ketidakpercayaan pada IT KPU akan menjadi penyebab menurunnya kualitas pemilu sehingga harus ada solusi untuk memuaskan semua pihak yang selama ini menaruh kecurigaan atas kondisi IT KPU. Tetapi apakah audit forensik IT KPU itu memang perlu?
Pentingnya Audit IT
IT Audit atau audit teknologi informasi adalah suatu proses pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti untuk menentukan apakah sebuah sistem komputer telah dirancang untuk menjaga integritas data, menjaga aset, memungkinkan tercapainya tujuan organisasi dapat dan penggunaan sumber daya secara efisien. Audit TI juga dikenal sebagai audit pengolahan data otomatis dan audit komputer.
Manajemen menggunakan sistem informasi untuk mencapai tujuan dan harapan atas investasi besar yang telah dilakukan. Alasan untuk menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam organisasi adalah untuk mendapatkan nilai bisnis melalui pengurangan biaya, efektivitas yang lebih besar, peningkatan efisiensi dan meningkatkan kualitas layanan. Biasanya, tujuan manajemen dan tujuan dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses bisnis meliputi: kerahasiaan, integritas, ketersediaan, keandalan dan kepatuhan terhadap persyaratan hukum dan peraturan, yaitu;
- Kerahasiaan menyangkut perlindungan terhadap informasi-informasi penting dari kemungkinan kebocoran. Perhatian dan pertimbangan harus dilakukan terhadap level pentingnya suatu data, karena ini akan menentukan bagaimana kontrol ketat atas akses data yang seharusnya. Manajemen perlu jaminan kemampuan organisasi untuk menjaga informasi rahasia, karena kebocoran data dapat membahayakan reputasi masyarakat yang signifikan, terutama di mana informasi tersebut berhubungan dengan data klien yang sensitif.
- Integritas mengacu pada keakuratan dan kelengkapan informasi serta keabsahannya sesuai dengan nilai-nilai bisnis dan harapan. Ini merupakan tujuan audit yang penting untuk mendapatkan jaminan kepada manajemen dan pengguna laporan eksternal bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi organisasi dapat diandalkan dan dipercaya untuk membuat keputusan bisnis.
- Ketersediaan berkaitan dengan informasi yang tersedia bila diperlukan oleh proses bisnis sekarang dan di masa depan. Hal ini juga menyangkut pengamanan sumber daya yang diperlukan dan kemampuan yang terkait. Mengingat sifatnya berisiko tinggi untuk menjaga informasi penting yang tersimpan pada sistem komputer, adalah penting bahwa organisasi memperoleh jaminan bahwa informasi kebutuhan untuk membuat keputusan tersedia bila diperlukan. Ini berarti memastikan bahwa organisasi memiliki langkah-langkah di tempat untuk menjamin kelangsungan bisnis dan memastikan pemulihan yang dapat dibuat dengan cara yang tepat waktu dari suatu masalah sehingga informasi yang dibutuhkan tersedia bila diperlukan.
- Keandalan mengacu pada tingkat konsistensi dari sistem atau kemampuan suatu sistem untuk melakukan fungsi yang diperlukan di bawah kondisi yang dinyatakan. Keandalan merupakan tujuan audit yang penting dalam rangka untuk memberikan jaminan bahwa sistem beroperasi secara konsisten dan melakukan fungsinya seperti yang diharapkan.
- Kesesuaian dengan persyaratan hukum dan peraturan. Kepatuhan berkaitan dengan mematuhi hukum, peraturan dan kewajiban kontrak dimana proses bisnis adalah subjeknya. Manajemen dan stakeholder kunci memerlukan jaminan bahwa prosedur kepatuhan yang diperlukan telah berada pada tempatnya, karena ada potensi risiko bahwa organisasi dapat dikenakan hukuman jika prosedur hukum dan peraturan tidak ditegakkan.
Pada prinsipnya IT audit yang berlaku di dunia bisnis sebagaimana dikemukakan diatas tidak jauh berbeda kalau IT audit itu digunakan dalam dunia politik. Tuntutan akan perlunya IT audit bagi KPU juga sejalan dengan tujuan tersebut agar pelaksanaan pemilu bisa berjalan secara adil, transparan dan tidak ada kecurangan dari sisi teknologi.
Pentingnya IT audit bagi KPU juga dimaksudkan untuk menelisik adanya data pemilih palsu atau tidak valid, TPS fiktif, rekayasa IT KPU, DPT yang sengaja dibuat kacau dan lain-lainnya. Karena selama ini hasil pemilu hanya dapat diketahui di TPS masing-masing yang kemudian secara tiba-tiba yang diumumkan adalah hasil pemilu secara nasional. Ada “skip” atau lompatan proses yang tidak dapat dikontrol oleh siapapun juga. Apalagi, selama ini hasil pemilu tidak dimungkinkan untuk diaudit (diverifikasi, diklarifikasi maupun divalidasi).
KPU Menolak
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi menilai usulan Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Amien Rais terkait audit forensik sistem teknologi informasi (IT) KPU, tidak relavan. Pasalnya, hasil pemilu tidak ditentukan berdasarkan sistem IT, tetapi perhitungan manual di lapangan.“Sebenarnya audit (forensik sistem IT KPU) itu tidak ada alasan yang relevan,” ujar Pramono di Jakarta, Sabtu (2/3/2019).
Pramono mengatakan, dalam menetapkan hasil-hasil pemilu, KPU masih menggunakan prosedur manual, yakni rekapitulasi secara berjenjang. Rekapitulasi tersebut dimulai dari kecamatan, lalu dilanjutkan ke tingkat kabupaten/kota, dan tingkat provinsi serta berakhir di tingkat nasional. “Jadi, rekapitulasinya secara berjenjang dan terbuka. Sistem rekapitulasi hasil pemilu itu masih paper based, bukan IT based,” tandas Pramono.
Sebenarnya kalau KPU memang benar-benar ingin punya niat menyelenggarakan pemilu secara jujur dan transparan, tidak ada salahnya kalau dilakukan IT audit forensik guna meyakinkan pihak pihak yang selama ini mencurigai bahwa IT KPU telah disetting sedemikian rupa untuk kemenangan pihak pihak tertentu. Selain itu KPU-pun harus mengumumkan hasil pemilu per-TPS di website KPU. Tentu juga hasil per kota/kabupaten dan per-provinsi. Kalau KPU merasa kesulitan, dapat bekerja sama dengan para ahli IT. Lebih bagus lagi kalau DPT dan hasil pemilu dapat diaudit, diverifikasi, diklasifikasi dan divalidasi oleh semua parpol.
Pada prinsipnya penyelenggaraan pemilu serentak 2019 tidak semata-mata bisa dilaksanakan secara formal untuk memenuhi ketentuan Undang Undang yaitu terpilihnya pemimpin di jajaran legislatif dan eksekutif. Yang diperlukan juga adalah bagaimana gelaran pemilu itu semakin berkualitas dan dapat mengakomodasi seoptimal mungkin aspirasi yang berkembang di masyarakat.
Karena kepuasan dalam penyelenggaraan pemilu adalah bagian dari tujuan pesta demokrasi yang berkualitas. Buat apa meraih kemenangan, mendapatkan kursi dan kedudukan kalau itu dilakukan dengan curang ?. Jadi bagaimanapun audit IT KPU penting dilakukan untuk menepis adanya kecurigaan akan adanya penyelewengan. Kalau memang bersih dan tidak ada apa-apanya mengapa mesti takut untuk diaudit?




Komentar