Airlangga Beberkan Alasan Anggaran Rekening Gratis Turun Jadi Rp1,28 T
Menko Airlangga memperkirakan kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi ASN setiap Jumat dapat menghemat belanja APBN hingga Rp6,2 triliun. (Tangkapan Layar Youtube Setpres).
Airlangga menjelaskan perubahan anggaran tersebut berkaitan dengan penyisiran dan pemadanan data calon penerima program, yakni masyarakat berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening bank dan masuk kelompok desil 1 hingga 4.
"Ya, kita karena jumlahnya kan kita lihat dari yang umur 17 dan yang belum punya rekening. Kita crossing data-nya (cek lagi) dicoklit (pencocokan dan penelitian)," ujar Airlangga dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/10)
Dia juga menyebut terbaru pemerintah telah memiliki data calon penerima dan menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,28 triliun.
"Sudah ada (data calon penerima). Makanya, anggarannya sekitar Rp1,28 berapa triliun, tuh," terangnya.
Pemerintah menargetkan sekitar 25 juta warga yang belum memiliki rekening bank untuk mengikuti program tersebut.
Adapun program itu bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat dari 93 persen menjadi mendekati 99 persen.
"Dengan program Satu Orang Satu Rekening ini, inklusivitas keuangan kita mendekati 99 persen. Jadi naik dari 93 persen menjadi 99 persen," ujar Airlangga.
Pemerintah sebelumnya menyiapkan anggaran sekitar Rp 3,8 triliun untuk program pembukaan rekening bank bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas.
Pada September lalu, Airlangga menyebut terdapat sekitar 74 juta warga yang belum memiliki rekening bank.
Saat itu, pemerintah masih melakukan pembersihan dan pemadanan data untuk memastikan jumlah penerima program. Pemerintah juga merencanakan pemberian dana awal sebesar Rp50 ribu untuk setiap pembukaan rekening.
"Dengan data dari Dukcapil dan data yang dipadu-padankan, ini kelihatan dari penduduk yang berusia 17 tahun dan belum mempunyai rekening itu sekitar 74 juta," ujar Airlangga dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (24/9) lalu.
Airlangga sebelumnya juga memastikan anggaran program tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pembukaan rekening direncanakan melalui bank yang ditunjuk pemerintah, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI.




Komentar