Milad ke-8, HMT Luncurkan Modul Taklim Perkuat Pendidikan Keagamaan
Rayakan Harlah ke-8, Harakah Majelis Taklim (HMT) Launching Modul Taklim dan Salurkan 10 Unit Gerobak UMKM Kepada Jamaah Majelis Taklim (Istimewa)
[INTRO]
Peringati delapan tahun perjalanan Harakah Majelis Taklim dalam melakukan syiar keagamaan dan memperkuat peran majelis taklim di tengah masyarakat, Pengurus Pusat Harakah Majelis Taklim (PP HMT) menggelar kegiatan Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus peringatan Hari Santri Nasional 2026 pada Minggu, (18/10/2026), di Masjid Raya KH. Hasyim Asy`ari, Jakarta Barat. Turut hadir menyemarakkan kegiatan tersebut, di antaranya Ketua DKM Masjid Raya KH. Hasyim Asy`ari Drs. KH. Abdurrahman Fauziah, Ketua Umum PP HMT Hj. Nuryati Murtadho, Ketua Pembina PP HMT Hj. Rustini Muhaimin Iskandar, Ketua Pembina PP HMT Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si serta Ketua PW HMT DKI Jakarta Ustazah Dra. Hj. Afifah. Kehadiran Haddad Alwi turut menambah kekhusyukan dan kemeriahan acara melalui lantunan selawat dan lagu-lagu religi yang mengajak umat Islam untuk semakin mencintai Nabi Muhammad SAW. Acara yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini dihadiri sebanyak 3.000 peserta yang berasal dari perwakilan HMT di berbagai wilayah Indonesia. Gelaran kegiatan ini juga disupport oleh PT. Telkom Indonesia. "Dan saya ucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh pengurus HMT yang dari majelis taklim ke majelis taklim, dari desa ke kota, dari kota ke desa, mencerdaskan, mendamaikan dan mensejahterakan umat nabi kita Muhammad SAW," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Harakah Majelis Taklim (PP HMT) Hj. Nuryati Murtadho. Di kesempatan yang sama, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si dalam sambutannya menyatakan bahwa majelis taklim memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan bagi perempuan. Di masa Rasulullah SAW, Ida melanjutkan, majelis-majelis taklim perempuan yang dibentuk dan dibimbing langsung oleh Rasulullah dan istrinya, Aisyah RA bertujuan untuk mengangkat derajat perempuan dengan memberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam menuntut ilmu. "Ibu-ibu, kita berada di sini, kita bisa belajar, kita bisa taklim karena Rasulullah SAW memberikan kesempatan kepada kita untuk bisa belajar, punya kesempatan yang sama dengan laki-laki," ujar Ida. Oleh karena itu, lewat misinya untuk mencerdaskan, mendamaikan dan menyejahterakan masyarakat, sebagaimana tertuang dalam tagline HMT, maka Ida mendorong agar majelis taklim perlu terus dikembangkan sebagai sarana untuk mempelajari ilmu-ilmu Allah sekaligus menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. "Kita tidak pernah berhenti untuk menjadikan majelis taklim itu sebagai sarana untuk terus mempelajari ilmu-ilmu Allah," tegasnya. Peringatan tersebut juga bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional 2026, yang menjadi pengingat atas kontribusi para santri dan ulama dalam perjuangan, pendidikan, serta pengembangan kehidupan keagamaan di Indonesia. Di penghujung acara, PP HMT melaunching Modul Taklim HMT serta memberikan bantuan gerobak UMKM sebanyak 10 unit kepada para ibu-ibu yang terus berikhtiar dalam rangka meningkatkan ekonomi keluarganya. Pemberian bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua Umum PP HMT Hj. Nuryati Murtadho, Ketua Pembina PP HMT Hj. Rustini Muhaimin Iskandar serta Ketua Pembina PP HMT Dr. Hj. Ida Fauziah.Sebagai salah satu langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan khususnya di kalangan perempuan, pada peringatan milad ke-8 ini, HMT meluncurkan modul yang diberi nama Modul Taklim Harakah Majelis Taklim. Selain digunakan sebagai panduan pembelajaran bagi para pengasuh dan jamaah majelis taklim, penyusunan modul tersebut merupakan upaya untuk membantu para ustazah dalam menyampaikan materi keagamaan secara lebih terstruktur. "Memang majelis taklim ini adalah pendidikan non formal yang tidak punya kewajiban untuk membuat kurikulum pengajaran, tapi akan lebih indah kalau proses taklim yang kita lakukan kita punya standard pengajarannya, kita bisa mengukur output dari proses taklim yang kita ajarkan," ungkapnya. Ada delapan tema yang termaktub dalam Modul yang terdiri dari 8 buku ini. Masing-masing buku membahas tema yang berbeda-beda, meliputi akidah, ibadah, muamalah, akhlak terpuji, akhlak tercela, tazkiyatun nafs, munakahat, serta isu aktual. Materi-materi tersebut tidak hanya membahas dasar-dasar keislaman, tetapi juga dirancang untuk membekali para ustazah dalam menghadapi persoalan kontemporer yang muncul di tengah masyarakat seperti persoalan pinjaman online, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pengasuhan anak atau parenting dalam perspektif Islam, hingga literasi digital. Ida menilai, pemahaman terhadap isu-isu tersebut penting agar para pengasuh majelis taklim dapat memberikan bimbingan yang relevan dengan kebutuhan jamaah. "Mudah-mudahan modul ini benar-benar memberikan manfaat kepada majelis-majelis taklim. Ini modul didedikasikan bukan hanya kepada jamaah HMT saja, namun modul ini didedikasikan untuk seluruh majlis taklim di Indonesia," pungkasnya.
Share:
Tags:




Komentar