Bandar Penyuplai Narkoba ke Kampung Ambon dan Boncos Diburu Bareskrim
Gedung Bareskrim. (Dery Ridwansah/JawaPos.com).
law-justice.co - Penyidik Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia (Bareskrim Polri) tengah memburu bandar dan penyuplai barang haram narkotika ke kawasan Kampung Ambon dan Kampung Boncos di Jakarta.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Kristian Siagian mengatakan saat ini pihaknya tengah mendalami hasil penggerebekan yang telah dilakukan pada Jumat (9/10) kemarin.
Penyidik, kata dia, sedang mengusut apakah kedua wilayah itu masuk dalam jaringan peredaran narkoba yang sama atau tidak. Dia memastikan bakal menindak tegas para pelaku yang terlibat di dalamnya.
"Akan kita dalami penyuplai besar ke berbagai kawasan narkoba itu. Apakah merupakan satu jaringan atau berbeda, apakah jaringan satu sama lain terkait. Akan kita buru bandar besar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (12/10).
Krist juga meminta masyarakat ikut membantu pemberantasan narkoba dengan cara berani menyampaikan pelbagai informasi yang ada.
"Kami sangat berharap sinergitas antara Polri dan stakeholder, terutama masyarakat terkait peredaran narkoba. Polisi bersama masyarakat berantas mata rantai bandar narkoba," katanya.
Sebelumnya sebanyak 700 anggota polisi dan TNI dikerahkan untuk menggerebek Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (9/10) pagi.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan sebanyak 24 orang ditangkap dalam penggerebekan itu karena terkait dengan jaringan peredaran narkotika di kawasan Jakarta Barat.
"Pada pagi hari tadi kami melaksanakan operasi secara simultan di dua titik, yaitu di Kampung Boncos dan juga di Kampung Ambon dengan kekuatan 700 personel, yaitu dari Brimob, Dalmas, dari Narkoba baik Polda, Mabes Polri, maupun Polres, kemudian dari TNI," ujarnya.
Dari total 24 orang yang ditangkap, sebanyak 16 orang diamankan di Kampung Ambon, Cengkareng, sedangkan delapan orang lainnya ditangkap di Kampung Boncos, Palmerah.
Penggerebekan di Kampung Ambon sempat diwarnai aksi pengejaran terhadap sejumlah orang yang berusaha melarikan diri saat melihat kedatangan aparat gabungan.
Beberapa orang bahkan dilaporkan melompat ke sungai untuk menghindari kejaran petugas. Namun, mereka akhirnya berhasil ditangkap.
"Di Kampung Ambon khususnya ini ya, kita temukan orang-orang yang berusaha lari. Ada yang ke sungai tadi, kemudian kita lakukan pengamanan. Kita borgol," ungkap Bismo.
Saat menyisir dan mendobrak sejumlah rumah, petugas menemukan berbagai barang bukti, mulai dari narkotika, senjata tajam berupa panah, tombak, dan busur, hingga uang tunai.
Petugas juga menemukan tempat yang digunakan untuk menyewakan alat isap narkoba atau bong.




Komentar