Anggota BEM UI Diduga Dikeroyok OTK di Wilayah Tebet Jaksel
Ilustrasi penganiayaan (Foto: Merdeka.com)
Dugaan penganiayaan itu turut viral di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @gerpolek.id. Dalam unggahan itu disebutkan dugaan penganiayaan itu terjadi pada Minggu (4/10) sekitar pukul 23.50 WIB.
"Berdasarkan informasi yang beredar Hafidz disebut mengalami kekerasan setelah ditendang hingga terjatuh dari sepeda motor. Pelaku kemudian diduga memukul Hafidz," demikian tertulis dalam unggahan tersebut.
Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro membenarkan ihwal dugaan penganiayaan tersebut.
Kata Erwin, setelah menerima informasi tersebut, UI segera berkomunikasi dengan mahasiswa yang bersangkutan, pihak keluarga, dan rekan-rekan pengurus BEM UI untuk memastikan kondisi serta kebutuhan yang diperlukan.
"UI prihatin atas peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap siapa pun tidak dapat dibenarkan, termasuk terhadap mahasiswa UI," kata Erwin dalam keterangan tertulis, Senin (5/10).
Menurut Erwin, saat ini prioritas utama UI adalah memastikan keselamatan, penanganan, dan pemulihan mahasiswa yang bersangkutan.
Erwin menyebut sebagai bentuk tanggung jawab institusi, UI memberikan pendampingan dalam tiga aspek. Pertama, pendampingan pengobatan hingga proses pemulihan.
"Kedua, pendampingan dalam proses pelaporan dan penanganan perkara kepada kepolisian. Ketiga, pendampingan konsultasi hukum untuk memastikan hak-hak mahasiswa terlindungi selama proses berlangsung," beber dia.
Erwin mengatakan UI mempercayakan pengungkapan fakta peristiwa ini kepada aparat penegak hukum dan akan terus mengawal prosesnya. UI juga berharap proses tersebut berjalan cepat, profesional, dan tuntas, sehingga fakta peristiwa dapat terungkap secara jelas.
"UI berkomitmen menjaga rasa aman seluruh sivitas akademika dalam menjalankan kegiatan akademik maupun kemahasiswaan, termasuk dalam menyampaikan pendapat," ujarnya.

Komentar