ESDM: B50 Berlaku Penuh Mulai Besok 1 Oktober

Rabu, 30/09/2026 17:43 WIB
1 Juli 2026 Pemerintah Rilis BBM Biodiesel B50 Massal di Semua SPBU. (Istimewa).

1 Juli 2026 Pemerintah Rilis BBM Biodiesel B50 Massal di Semua SPBU. (Istimewa).

law-justice.co - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan seluruh SPBU di Indonesia sudah menyalurkan bahan bakar biodiesel B50 secara penuh mulai besok (1/10).

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan realisasi penyaluran B50 saat ini telah mencapai 67 persen sejak resmi diluncurkan pada awal Juli lalu.

Ia menyebut pemerintah optimistis sisa titik penyaluran dapat dirampungkan dalam waktu dekat.

"Target saya adalah 1 Oktober sudah full B50 di semua titik. Kemarin yang kita laporkan pada saat peresmian dengan Pak Presiden kan 67 persen sudah tersalurkan. Nah, mudah-mudahan dalam beberapa minggu ini sudah nyampe 100 persen," ujar Eniya usai acara Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) di Jakarta, Senin (20/7).

Selain itu, pemerintah juga menjadwalkan evaluasi menyeluruh pada Desember 2026. Evaluasi ini dilakukan untuk memantau kelancaran transisi serta kesiapan badan usaha dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut selama empat bulan pertama.

Dari sisi pasokan, Kementerian ESDM menyiapkan skema baru penetapan volume biodiesel nasional menggunakan sistem kisaran atau range.

Langkah ini diambil agar volume pasokan dapat lebih fleksibel menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan produksi di lapangan, setelah sebelumnya ditetapkan secara tetap dalam satu tahun.

Saat ini, kebutuhan biodiesel nasional dipatok pada kisaran 16 juta hingga 18 juta kiloliter per tahun.

Ke depan, Eniya menegaskan angka tersebut dapat disesuaikan melalui revisi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM seiring perkembangan tingkat konsumsi.

Di samping itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada distribusi yang dilakukan oleh badan usaha swasta atau non-Pertamina.

Pasalnya, PT Pertamina (Persero) saat ini masih memegang pangsa pasar distribusi BBM terbesar di angka 80 persen.

"Nanti tinggal identifikasi yang non-Pertamina. Karena Pertamina kan share-nya 80 persen. Nah yang non-Pertamina ini berapa deliver ke B50-nya," pungkas Eniya.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar