Soal Serangan Hamas, Eks Petinggi Intel Israel Akan Gugat Netanyahu

Rabu, 30/09/2026 10:39 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Istimewa).

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Istimewa).

law-justice.co - Mantan Petinggi intelijen Israel Shin Bet, Ronen Bar menyatakan bahwa akan mengguggat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu usai dianggap gagal menghalau serangan dadakan Hamas hingga memicu agresi brutal.

Bar mengajukan gugatan pencemaran nama baik usai Netanyahu menuduh dia mengetahui tanda-tanda serangan dadakan tapi gagal memberi tahu pemerintah atau mengambil tindakan yang memadai, demikian dikutip Middle East Monitor, Selasa (28/9).

Bar menolak mentah-mentah tuduhan PM Israel itu. Dia balik menuduh Netanyahu melakukan kampanye yang bertujuan mengalihkan tanggung jawab kepada para pejabat keamanan.

Lebih lanjut, Bar mengatakan pengacaranya akan berupaya mendapat dokumen-dokumen yang berkaitan dengan informasi yang diberikan ke Netanyahu sebelum serangan itu.

Rencana gugatan Bar juga muncul usai media Israel Haaretz melaporkan Presiden Uni Emirat Arab MBZ (Mohammed bin Zayen) berbicara dengan Netanyahu melalui telepon beberapa hari sebelum serangan dadakan Hamas.

Dalam percakapan itu, MBZ mewanti-wanti Netanyahu soal potensi serangan dadakan Hamas yang memicu agresi brutal Israel ke Palestina pada Oktober 2023 dan berlangsung lebih dari dua tahun.

Para pejabat Israel menanggapi laporan itu dengan negatif dan menuduhnya sebagai berita palsu.

Tuduhan Netanyahu mengabaikan peringatan MBZ juga muncul saat dia berupaya mengamankan posisinya dalam pemilihan umum bulan depan.

Dia tertinggal dalam jajak pendapat dan menghadapi lawan sengit, eks kepala militer Gadi Eisenkot.

 

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar