Arab Saudi Temukan Harta Karun 110 Juta Ton di Madinah

Sabtu, 26/09/2026 19:38 WIB
Ilustrasi Bendera Arab Saudi (Istimewa)

Ilustrasi Bendera Arab Saudi (Istimewa)

law-justice.co - Arab Saudi mengungkap penemuan sumber daya mineral dalam jumlah besar di proyek Jabal Sayid, wilayah Madinah. Hasil eksplorasi geologi memperkirakan terdapat sekitar 110 juta ton bijih yang mengandung konsentrasi tinggi mineral tanah jarang, terutama unsur tanah jarang berat, serta uranium.

Penemuan tersebut diumumkan Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, dalam Konferensi Umum Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria.

“Eksplorasi dan studi geologi di proyek Jabal Sayid di Madinah telah mengungkap perkiraan sumber daya sekitar 110 juta ton bijih mengandung konsentrasi tinggi mineral tanah jarang, khususnya unsur tanah jarang berat, disertai konsentrasi uranium yang menjanjikan,” kata Abdulaziz, seperti dikutip AFP, Sabtu (26/9/2026).

Abdulaziz menjelaskan, angka 110 juta ton tersebut merujuk pada total volume bijih, bukan jumlah unsur tanah jarang maupun uranium yang terkandung di dalamnya.

Penemuan di Jabal Sayid dinilai penting bagi Arab Saudi yang tengah berupaya mengembangkan sumber pendapatan baru sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sektor minyak.

Selain eksplorasi mineral, Arab Saudi juga sedang mendorong pengembangan industri dalam negeri yang berkaitan dengan mineral kritis, energi nuklir, dan manufaktur berteknologi tinggi.

Arab Saudi Kembangkan Energi Nuklir

Arab Saudi saat ini memperluas sektor energinya agar lebih beragam dan berkelanjutan. Energi nuklir menjadi salah satu komponen yang dipertimbangkan dalam strategi tersebut.

Kerajaan Arab Saudi juga telah menetapkan program nasional untuk mengeksplorasi sumber daya uranium dan mengembangkan teknologi serta metode untuk mengekstraksinya sehingga dapat memberikan nilai ekonomi.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah memulihkan uranium yang terkandung dalam asam fosfat sebagai bagian dari proses produksi pupuk fosfat.

Arab Saudi sendiri merupakan salah satu eksportir utama pupuk fosfat dunia. Pengembangan sumber daya uranium tersebut menjadi bagian dari upaya negara itu memperluas pemanfaatan sumber daya mineral sekaligus mendukung pengembangan sektor energi dan industri nasional.

Dengan ditemukannya sumber daya dalam jumlah besar di Jabal Sayid, kawasan tersebut berpotensi menjadi salah satu lokasi penting dalam pengembangan mineral tanah jarang dan uranium Arab Saudi. Namun, besaran kandungan ekonomis serta kelayakan pengembangan sumber daya tersebut masih bergantung pada hasil kajian dan eksplorasi lebih lanjut.

(Givary Apriman Z\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar