Ada Titik Terang di Pencarian 5 Jurnalis Hilang

Rabu, 23/09/2026 22:54 WIB
Surakman hilang kontak bersama dua awak kapal dan lima jurnalis di Selat Sunda pada Senin, 7 September 2026 .(Liputan6.com/ Dok Ist)

Surakman hilang kontak bersama dua awak kapal dan lima jurnalis di Selat Sunda pada Senin, 7 September 2026 .(Liputan6.com/ Dok Ist)

law-justice.co - Pencarian lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda saat hendak meliput Gunung Anak Krakatau memunculkan titik terang. Jenazah salah satu anak buah kapal atau ABK yang membawa kelima jurnalis sudah ditemukan.

Terdapat delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis serta tiga kru kapal yang hilang saat hendak menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026 lalu. Pada Sabtu (12/9), ada penemuan jasad tak dikenal di Pulau Enggano, Bengkulu.

Mayat itu kemudian dievakuasi, polisi kemudian melakukan tes DNA terhadap mayat itu. Sementara itu, proses pencarian terhadap delapan orang tersebut sudah dihentikan.

Berikut ini identitas delapan orang yang hilang tersebut:

1. M Bagus Khoirunnas (Antara)

2. Arie Basuki (Merdeka.com)

3. Yudistiro Pranoto (iNews)

4. Firman Daus (Anadolu Agency)

5. Donal Husni (jurnalis lepas/freelance)

6. Warta/Surakman (kapten kapal)

7. Surakman (anak buah kapal/ABK)

8. Heriyanto (pemandu).

Polda Banten mengungkap identitas jenazah pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, merupakan ABK Arupadhatu 1, bernama Surakman (50). Jasad korban teridentifikasi karena cocok dengan DNA anaknya.

"Jenazah Mr X tadi teridentifikasi sebagai Surahman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat. Tuan Yayat ini adalah yang sebelah kanan, sebagai putra kandung dari Bapak Surakman, ABK kapal Arupadhatu 1, yang meliput erupsi Anak Krakatau pada tanggal 7 September 2026," kata Kapolda Banten Irjen Hengki, dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).

Setelah jenazah ditemukan di Pulau Enggano, Polda Bengkulu, berkoordinasi dengan Polda Banten untuk mengidentifikasi jenazah. Jenazah korban yang ditemukan berciri-ciri mengenakan celana pendek hitam, tinggi 163 cm, dan berusia kurang lebih 50 tahun.

Data antemortem dan posmortem dari 8 keluarga rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau kemudian diidentifikasi oleh Tim DVI. Dari hasil pemeriksaan DNA, ditemukan kecocokan jenazah korban dengan salah satu keluarga.

"Proses identifikasi mayat, Kabiddokkes Polda Bengkulu berkomunikasi dengan Kabiddokes Polda Banten, disepakati untuk dilakukan identifikasi serta pencocokan oleh tim DVI terkait data antemortem dari 8 keluarga korban kapal Arupadhatu terhadap seorang mayat Mr X yang ditemukan di Pulau Enggano Bengkulu, baik meliputi data primer, yaitu sidik jari, gigi dan DNA," katanya.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar