Konsumsi Kayu Manis Cassia Berlebihan Bisa Ganggu Efektivitas Obat

Sabtu, 05/09/2026 22:34 WIB
Infografis: Konsumsi Kayumanis Cassia berlebihan dapat pengaruhi kinerja obat. (ChatGPT)

Infografis: Konsumsi Kayumanis Cassia berlebihan dapat pengaruhi kinerja obat. (ChatGPT)

[INTRO]

Kayu manis selama ini dikenal sebagai rempah yang aman dikonsumsi dalam makanan dan minuman. Namun, konsumsi kayu manis jenis cassia dalam jumlah berlebihan, terutama dalam bentuk suplemen, berpotensi mengganggu efektivitas sejumlah obat.

Ilmuwan Utama Pusat Nasional Penelitian Produk Alam dan Profesor Riset Farmakognosi Universitas Mississippi, Shabana Khan, mengatakan konsumsi suplemen kayu manis secara berlebihan dapat membuat obat resep lebih cepat dikeluarkan dari tubuh sehingga efektivitasnya menurun. “Konsumsi suplemen (kayu manis) yang berlebihan dapat menyebabkan obat resep cepat dikeluarkan dari tubuh, dan hal itu dapat mengakibatkan obat tersebut menjadi kurang efektif,” kata Khan, dikutip dari Eating Well, Jumat (4/9).

Peneliti lainnya, Bill Gurley, menjelaskan kandungan sinamaldehida dalam kayu manis dapat mengaktifkan reseptor tertentu yang berpotensi memengaruhi kerja obat di dalam tubuh. Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa temuan tersebut masih membutuhkan penelitian lanjutan dan studi klinis untuk memastikan seberapa besar dampaknya terhadap manusia.

Perhatian khusus diberikan pada kayu manis jenis cassia, yang banyak dijual di pasaran. Jenis kayu manis ini umumnya berasal dari Asia, harganya relatif lebih murah, dan memiliki rasa serta aroma yang lebih kuat dibandingkan kayu manis asal Sri Lanka yang dikenal sebagai Ceylon cinnamon. Kayu manis cassia juga memiliki kandungan kumarin lebih tinggi. Senyawa tersebut diketahui dapat memengaruhi proses pembekuan darah sehingga konsumsi dalam jumlah besar perlu diperhatikan, khususnya oleh orang yang menggunakan obat pengencer darah.

Risiko tersebut antara lain perlu menjadi perhatian bagi pengguna obat antikoagulan atau antiplatelet seperti warfarin (Coumadin), apixaban (Eliquis), clopidogrel (Plavix), dan aspirin.

Para peneliti menyarankan pasien dengan penyakit kronis, termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, kanker, radang sendi, asma, HIV/AIDS, maupun depresi, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi kayu manis cassia sebagai suplemen atau dalam jumlah tinggi secara rutin. Konsultasi juga disarankan bagi orang yang hendak mengonsumsi suplemen kayu manis untuk memastikan dosis dan penggunaannya sesuai dengan kondisi kesehatan serta obat yang sedang dikonsumsi.

Di sisi lain, Editor Nutrisi Senior Eating Well Jessica Ball, MS, RD, mengatakan masyarakat tidak perlu sepenuhnya menghindari kayu manis dalam makanan sehari-hari. “Sebagian besar penelitian tentang kayu manis yang memengaruhi penyerapan obat meneliti minyak kayu manis atau konsentrasi sinamaldehida yang lebih tinggi daripada yang biasanya Anda dapatkan dari mengonsumsinya sebagai rempah-rempah,” ujar Ball.

Menurut dia, temuan tersebut lebih tepat menjadi pengingat agar masyarakat menggunakan rempah-rempah secara wajar dan berhati-hati dalam mengonsumsi suplemen. “Meskipun demikian, ini adalah pengingat yang baik untuk menggunakan rempah-rempah dalam jumlah sedang dan berhati-hati saat mempertimbangkan suplemen makanan, bahkan jika itu adalah nutrisi atau rempah-rempah yang sudah familiar,” katanya.

Ball menyarankan masyarakat yang ingin menggunakan kayu manis secara rutin dalam makanan atau minuman untuk memilih kayu manis bubuk atau membatasi konsumsi jenis cassia hingga kurang dari satu sendok teh per hari. Dengan demikian, kayu manis tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari, tetapi konsumsi dalam dosis tinggi—terutama dalam bentuk suplemen—perlu mendapat perhatian, khususnya bagi mereka yang rutin mengonsumsi obat tertentu.

(Bandot DM\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar