Agar Terus Bertumbuh, DPR: UMKM Harus Cerdas Kelola Keuangan

Minggu, 02/08/2026 17:21 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Nasdem Asep Wahyuwijaya ketika sosialisasi soal literasi keuangan (Istimewa)

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Nasdem Asep Wahyuwijaya ketika sosialisasi soal literasi keuangan (Istimewa)

[INTRO]
Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, mengingatkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya penjualan, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan secara disiplin.

Menurutnya, banyak usaha yang terlihat berkembang, namun akhirnya kesulitan bertahan karena lemahnya tata kelola keuangan.
Pesan tersebut disampaikan Asep saat menjadi narasumber dalam sosialisasi bertem.

"Kewirausahaan dan Literasi Keuangan" yang diselenggarakan bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. di Hotel Duta Berlian, Dramaga, Kabupaten Bogor, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai kelompok UMKM di Kabupaten Bogor.

Dalam paparannya, Asep menilai Kabupaten Bogor memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Beragam sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, kuliner, perdagangan, jasa, hingga ekonomi kreatif, dinilai mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional.

"Usaha tidak harus langsung besar, tetapi sejak awal harus dibangun dengan cara yang benar. Pelaku usaha harus mengetahui siapa konsumennya, memahami kebutuhan pasar, menjaga kualitas produk, dan mempertahankan kepercayaan pelanggan," ujar politisi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Jawa Barat V tersebut.

Asep mengungkapkan, salah satu persoalan yang masih sering ditemui di kalangan pelaku UMKM adalah tercampurnya keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kesulitan mengetahui kondisi bisnis yang sebenarnya.

"Omzet besar belum tentu berarti untung. Karena itu, setiap pemasukan dan pengeluaran harus dicatat, uang usaha dipisahkan dari uang pribadi, serta penggunaan kredit harus benar-benar diarahkan untuk kegiatan yang produktif," tegasnya.

Selain pentingnya pencatatan keuangan, Asep juga mengajak pelaku usaha memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan efisiensi usaha.

Menurutnya, penguasaan literasi keuangan dan digital menjadi bekal penting agar UMKM mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Salah seorang peserta, Nana, mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan materi yang disampaikan membantu dirinya memahami pentingnya memisahkan keuangan usaha dan pribadi, mencatat seluruh transaksi, serta mengelola keuntungan agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Asep juga menilai PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem UMKM melalui layanan perbankan, pembiayaan, digitalisasi transaksi, hingga edukasi literasi keuangan.

Ia berharap kolaborasi antara lembaga keuangan dan pemerintah terus diperkuat sehingga semakin banyak pelaku usaha yang mampu membangun bisnis yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

"Wirausaha mengajarkan masyarakat menciptakan nilai ekonomi, sedangkan literasi keuangan memastikan nilai tersebut dapat dikelola, dikembangkan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga maupun perekonomian daerah," pungkas Asep.

(Givary Apriman Z\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar