AS Mulai Kekurangan Amunisi Pertahanan Udara di Timteng

Kamis, 30/07/2026 17:18 WIB
Pasukan Amerika (Istimewa)

Pasukan Amerika (Istimewa)

law-justice.co - Amerika Serikat dikabarkan sedang mengalami kekurangan serius atas amunisi pertahanan udara kelas atas untuk perangnya melawan Iran.

Analis senior Timur Tengah di RANE Network, Ryan Bohl, mengatakan stok sistem pertahanan udara AS seperti THAAD sudah sangat menipis di Timur Tengah.

"Ini adalah senjata jarak jauh gabungan yang dapat ditembakkan dari negara lain. Ini amunisi pertahanan udara kelas atas, seperti THAAD. Persediaannya sangat menipis, dan kita tahu dari berbagai laporan bahwa banyak perencana Pentagon sangat khawatir tentang pasokan tersebut ke depannya," beber Bohl kepada Al Jazeera.

Bohl menambahkan AS "memiliki persediaan bom konvensional yang nyaris tak terbatas yang dapat mereka gunakan untuk melawan Iran."

Namun demikian, bom-bom itu harus diterbangkan dulu ke Iran.

"Dan kita sudah melihat sebuah F-15 ditembak jatuh. Kita juga sudah melihat sebuah F-35 terkena tembakan pertahanan udara Iran," jelasnya.

"Saya rasa pemerintahan ini tidak terlalu ingin menggunakan sistem yang lebih sederhana dan berisiko lebih tinggi, karena risiko militer yang ditimbulkan oleh pertahanan udara Iran terhadap mereka," tandasnya.

Menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), AS telah menggunakan sekitar sepertiga stok rudal Patriot dan setengah stok rudal pencegat THAAD sejak perang dimulai Februari lalu.

Sebelum perang, AS tercatat memiliki sekitar 2.330 rudal pencegat Patriot. Namun sekarang, hanya tersisa sekitar 759 hingga 827 rudal.

Adapun rudal pencegat THAAD sebelumnya tercatat sebanyak 452 unit. Kini, rudal tersebut hanya sekitar 234-278 unit.

Menurut penilaian CSIS, perang yang kembali berkobar "akan menguji persediaan rudal pencegat yang sudah berkurang".

Kekurangan persediaan ini "dapat memaksa AS dan mitra koalisinya untuk mengambil lebih banyak risiko dalam melakukan pencegatan".

AS dan Iran kembali berperang setelah sempat menghentikan pertempuran selama beberapa waktu. Serangan terbaru AS diluncurkan usai pasukan Washington di Yordania diserang rudal balistik Teheran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan dimulai pada Rabu (29/7) pukul 20.00 malam waktu setempat. CENTCOM menyebut serangan ini "tanggapan yang kuat terhadap upaya serangan Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah."

(Yudi Rachman\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar