Polisi: Pengeroyokan Maut TNI di Tangerang karena Antrean Sate Taichan
Ilustrasu Pengeroyokan. (Titiknol.co.id).
"Kejadian berawal dari parkiran, di mana ada satu penjual sate taichan. Para pelaku memesan sekitar 4 porsi sate taichan. Namun, menurut korban, sate taichan tersebut milik korban," ungkap Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Wira Graha Setiawan, Senin (27/7/2026).
Kedua pihak lalu terlibat adu argumen terkait antrean pesanan makanan tersebut. Namun, situasi semakin memanas hingga pihak tersangka memukul korban, prajurit TNI Prada Arif Budi Sampurna.
Sejumlah orang mengejar korban. Salah satu pelaku yang membawa senjata tajam (sajam) lalu menikam korban berkali-kali.
"Jadi awal mula cekcok hingga kemudian ada beberapa orang yang memukul pertama kemudian mengejar hingga pada akhirnya di satu jalan raya korban dilakukan penusukan sebanyak 10 tusukan," jelasnya.
Kasus pengeroyokan maut itu terjadi di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, tepatnya di depan pertigaan Cluster Turquoise, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Jasad korban ditemukan pada Minggu (19/7) sekitar pukul 05.45 WIB.
Kasus pengeroyokan maut itu terjadi di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, tepatnya di depan pertigaan Cluster Turquoise, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang (dok Istimewa)
7 Orang Tersangka, 4 Klaster
Ketujuh tersangka berinisial BR (36), RRGB (22), MKN (28), EYR (21), AEL (22), SS (39), dan FNK (27). Dia menjelaskan, klaster pertama terdiri dari dua tersangka, MKN dan BR, yang berperan mengejar korban.

Komentar