Penjelasan Dokter soal Viral Kepala BGN Sebut Telur Ayam Bikin Bisulan

Senin, 27/07/2026 11:01 WIB
Penjelasan Dokter soal Viral Kepala BGN Sebut Telur Ayam Bikin Bisulan. (Istimewa).

Penjelasan Dokter soal Viral Kepala BGN Sebut Telur Ayam Bikin Bisulan. (Istimewa).

law-justice.co - Setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengisahkan pengalaman masa kecilnya yang mengaku sering mengalami bisulan karena banyak mengonsumsi telur, perbincangan mengenai telur ayam kembali ramai di media sosial.

Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan, termasuk dari dokter sekaligus edukator kesehatan Dion Haryadi, yang menegaskan bahwa telur bukan penyebab munculnya bisul.

Dokter Dion menjelaskan bahwa bisul pada dasarnya merupakan infeksi bakteri pada kulit dan tidak disebabkan oleh konsumsi telur.

Menurutnya, anggapan bahwa terlalu banyak makan telur dapat memicu bisulan merupakan mitos yang masih banyak dipercaya masyarakat.

Dokter Dion: Bisul Disebabkan Infeksi Bakteri, Bukan Telur

Melalui video yang diunggah di akun media sosialnya pada Jumat (24/7/2026), dokter Dion Haryadi mengaku perlu meluruskan informasi yang sedang ramai diperbincangkan agar masyarakat tidak salah memahami manfaat telur sebagai sumber gizi.

"Izin meluruskan, ini sebenarnya hal kecil aja, tapi takutnya orang jadi salah paham, ngirain makan telur banyak itu bikin bisul," ujar dokter Dion.

Dia menjelaskan bahwa bisul terjadi akibat infeksi bakteri, terutama bakteri Staphylococcus aureus, yang menyerang folikel rambut atau kelenjar minyak di kulit.

"Sebenarnya bisul itu disebabkan infeksi bakteri kulit. Jadi lebih banyak berhubungan dengan kebersihan tubuh, bukan makan telur kebanyakan," jelasnya.

Dokter Dion juga mengingatkan bahwa apabila seseorang mengalami ruam atau gatal setelah mengonsumsi telur, kondisi tersebut lebih mungkin merupakan reaksi alergi, bukan bisul.

"Kalau ada gatal-gatal setelah makan telur, mungkin bukan bisul, tapi alergi dan harus cek ke dokter untuk pemeriksaan," tambahnya.

Telur Ayam Justru Kaya Protein dan Nutrisi

Dalam penjelasannya, dokter Dion menegaskan bahwa telur merupakan salah satu bahan pangan dengan kandungan gizi yang sangat lengkap.

Menurutnya, telur mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin, mineral, kolin, hingga lemak sehat yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

"Ini saya izin ngelurusin karena kasihan sama telur yang sering dikambinghitamkan sebagai penyebab bisul," katanya.

"Padahal telur itu adalah salah satu bahan makanan yang padat gizi, rasanya enak, gampang ngolahnya. Jadi jangan disalahin, jangan dikambinghitamkan," lanjutnya.

Pernyataan Sudaryono yang Menjadi Viral

Perdebatan mengenai telur bermula saat Sudaryono menceritakan masa kecilnya usai dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dia mengenang bahwa keluarganya yang tinggal di Grobogan, Jawa Tengah, memelihara ayam sehingga kebutuhan gizinya banyak dipenuhi dari konsumsi telur.

"Saya adalah orang yang lahir di desa. Ibu saya memelihara ayam di rumah dan saya adalah efek dari makan bergizi," ujar Sudaryono kepada wartawan.

Dia kemudian menambahkan bahwa saat kecil dirinya mengonsumsi telur dalam jumlah banyak hingga sering mengalami bisulan.

"Mohon maaf, mungkin kami bukan orang kaya, tapi kami dari kecil biasa makan telur banyak karena kami pelihara, sampai maaf bisulan di mana-mana," katanya.

Sudaryono juga menjelaskan bahwa masyarakat di daerahnya saat itu relatif jarang mengonsumsi ikan karena letaknya jauh dari wilayah pesisir.

"Saya merasa bisa tumbuh berkembang karena telur, karena ikan jarang di Grobogan yang jauh dari pantai. Dan efeknya dengan memberikan gizi, bisa menyerap ekonomi lokal," ujarnya.

Ahli Ingatkan Masyarakat Tidak Percaya Mitos

Perbedaan pandangan tersebut kemudian menjadi perhatian publik di media sosial. Para tenaga kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengaitkan konsumsi telur dengan munculnya bisul tanpa dasar ilmiah.

Secara medis, bisul lebih berkaitan dengan infeksi bakteri, kebersihan kulit yang kurang terjaga, daya tahan tubuh yang menurun, diabetes, maupun kondisi kulit tertentu. Sementara telur justru merupakan salah satu sumber protein hewani yang direkomendasikan sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Sudaryono sendiri resmi menggantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional setelah pendahulunya mengundurkan diri karena alasan kesehatan dan saat ini menjalani perawatan penyakit jantung di luar negeri.

 

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar