BYD Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, Gaji Mulai Rp 13 Jutaan

Jum'at, 24/07/2026 19:21 WIB
BYD dipilih tesla sebagai penyedia baterai mobil listrik (Net)

BYD dipilih tesla sebagai penyedia baterai mobil listrik (Net)

law-justice.co - BYD sedang membuka rekrutmen besar-besaran untuk lebih dari 9.000 posisi lowongan pekerjaan.

Dikutip dari Carnewschina, loker itu sedang dibuka di Zona Kerja Sama Khusus Shenshan (Shenzhen-Shantou), China. Perusahaan otomotif asal Tiongkok ini membuka lebih dari 9.000 posisi pekerjaan yang tersebar di dua fasilitas utamanya, yaitu pabrik komponen Ebu dan pabrik perakitan kendaraan Xiaomo.

Gelombang rekrutmen ini muncul seiring melonjaknya permintaan pasar internasional terhadap kendaraan BYD. Sepanjang 2025, penjualan ekspor mobil penumpang dan pikap BYD mencapai 1,05 juta unit, melonjak 145 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tren positif ini berlanjut pada semester pertama 2026, dengan penjualan ekspor tercatat sekitar 789.400 unit atau naik 70 persen secara tahunan. BYD menargetkan total penjualan ekspor mencapai 1,5 juta unit sepanjang tahun ini.

BYD membutuhkan sebanyak 4.800 karyawan untuk mengisi posisi pekerja lembaran logam, teknisi pelapis interior (upholstery), hingga staf gudang di Xiaomo. Masih di fasilitas yang sama, divisi 15 yang beroperasi di Kawasan memerlukan 1.200 tenaga kerja untuk posisi operator perakitan, teknisi pengelasan, dan teknisi busa.

Sementara itu, divisi 15 di Kawasan Ebujuga menyerap 2.000 karyawan baru untuk posisi operator, penyetel mesin, serta tukang las.

Untuk urusan kompensasi, BYD menerapkan skema gaji berjenjang yang disesuaikan dengan tingkat keahlian dan posisi. Mulai dari operator umum memperoleh gaji awal mulai dari 5.000 yuan (sekitar Rp 13 jutaan) per bulan, hingga teknisi senior mengantongi pendapatan berkisar antara 15.000 hingga 20.000 yuan (Rp 39 jutaan hingga Rp 52 jutaan) per bulan.

Rekrutmen besar-besaran ini sejalan dengan strategi global BYD yang semakin agresif dalam melokalisasi produksi di berbagai negara. Brasil misalnya, pabrik itu baru merayakan pencapaian produksi kendaraan energi baru ke-100.000, dengan jumlah tenaga kerja yang kini melebihi 5.500 orang.

Kemudian Hungaria, pembangunan pabrik kendaraan penumpang pertama BYD di Eropa tengah berlangsung di kota Szeged.

Sementara Thailand, yang berlokasi di Rayong, merupakan basis produksi kendaraan penumpang pertama BYD di luar Tiongkok, yang telah memproduksi lima model sekaligus, yaitu BYD Dolphin, Atto 3, Seal 5 DM-i, Sealion 5 DM-i, dan Sealion 6 DM-i.

Bagaimana dengan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat? Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan sebelumnya mengungkap bahwa pabrik di Subang sejatinya sudah memproduksi beberapa unit mobil.

"Dan seperti kalian lihat ada beberapa kendaraan yang digunakan test drive sudah menggunakan kendaraan yang diproduksi di fasilitas tersebut," jelas Luther pada Juni lalu.

Ketika disinggung mengenai kehadiran lini terbaru, BYD M6 DM (Dual Mode), yang digadang-gadang menjadi salah satu produk rakitan lokal, Luther memberikan sinyal kuat meskipun belum mau berbicara secara gamblang mengenai status resminya.

"Seharusnya, saya tidak bicara official ya saat ini. Harusnya iya (sudah diproduksi lokal). Tentunya M6 DM ini secara khusus dipersiapkan untuk Indonesia, disiapkan dan dilengkapi dan komponen-komponen yang diproduksi di Indonesia," beber Luther.

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar