Iran: "Kalau AS Ingin Harga Minyak Tinggi, Kami Tutup Selat Hormuz"

Sabtu, 11/07/2026 06:55 WIB
Iran Tutup Selat Hormuz, Minyak & Gas Siap Melejit foto BBC

Iran Tutup Selat Hormuz, Minyak & Gas Siap Melejit foto BBC

law-justice.co -  

 

Munculnya pernyataan Ketua Parlemen Iran  , Mohammad Baqer Qalibaf,  disampaikan hanya beberapa jam setelah militer AS melancarkan serangan udara terhadap sejumlah wilayah di Iran, beberapa hari lalu .   Dengan memberi sinyal bahwa Selat Hormuz kembali ditutup menyusul eskalasi militer terbaru antara Iran dan Amerika Serikat.

Waktu penyampaian pernyataan tersebut memicu perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

 
Ketua Parlemen Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka berdasarkan keputusan Iran sendiri, bukan karena tekanan atau ancaman dari Amerika Serikat.  Qalibaf juga memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan mendapat balasan.

Pernyataan tersebut semakin memperkuat indikasi meningkatnya ketegangan antara kedua negara di kawasan Teluk.

Pernyataan Qalibaf muncul setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi serangan udara yang diklaim dilakukan atas perintah Presiden Donald Trump.

Operasi serangan udara  tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.


Militer AS juga menyatakan bahwa Iran harus bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal-kapal komersial dan sipil yang beroperasi di jalur pelayaran internasional tersebut.

Sementara itu, sumber keamanan Iran kepada Al Mayadeen mengatakan Teheran akan memberikan respons secara cepat dan dalam skala yang lebih besar apabila Amerika Serikat kembali melancarkan serangan.

Sumber tersebut menyebut Iran telah lebih dulu memperingatkan bahwa setiap bentuk agresi akan dibalas secara langsung.

"Jika Presiden AS Donald Trump menginginkan harga minyak yang lebih tinggi, kami menyambut baik hal itu," kata sumber tersebut, seraya menilai eskalasi militer akan berdampak langsung terhadap pasar energi global.

Media pemerintah Iran melaporkan sejumlah lokasi di wilayah pesisir selatan menjadi sasaran serangan udara, di antaranya Bandara Iranshahr, Pelabuhan Bandar Abbas, Pulau Abu Musa, dan kota pelabuhan Chabahar.

Hingga kini, pemerintah Iran belum mengumumkan jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.

Serangan pembalasannya  Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.

 Harga minyak mulai turun setelah indikasi upaya perdamaian kembali

Informasi terkini  harga minyak mulai turun , mulai terpangkas setelah muncul kabar bahwa mediator Qatar berada di Iran untuk bertemu pejabat setempat dalam upaya meredakan ketegangan.

Menurut kantor berita Iran, Tasnim, mediator Qatar optimistis kedua pihak akan kembali ke meja perundingan setelah bentrokan yang terjadi pada Selasa lalu.

 

 

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar