Presiden Prabowo: yang Kalah Pemilu Jangan Terus Bikin Gaduh!

Rabu, 01/07/2026 11:45 WIB
Pidato Prabowo: Mereka yang Tak Belajar dari Sejarah Dihukum Sejarah!. (Istimewa).

Pidato Prabowo: Mereka yang Tak Belajar dari Sejarah Dihukum Sejarah!. (Istimewa).

law-justice.co - Pengamat Politik, Adi Prayitno menilai bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku empat kali kalah dalam pemilihan presiden namun tidak pernah mengganggu pemerintahan yang terpilih merupakan pesan politik untuk meredam tensi politik sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa menjaga stabilitas.

Sebagai informasi, pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat pada Sarasehan Kebangsaan yang dihadiri 2.600 rektor, dekan, dan dosen perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia di Jakarta Convention Center, Jumat, 26 Juni 2026.

Menurut Adi, jika dicermati secara utuh, pidato tersebut mencerminkan sikap politik Prabowo yang ingin membangun pemerintahan secara inklusif.

"Kalau kita dengar pidato politik Prabowo, ini sepertinya sikap politik dari Prabowo yang ingin membangun negara dengan guyub, harus kerja sama dan merangkul semua kalangan," ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Rabu, 1 Juli 2026.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu menilai, pernyataan Prabowo juga bertujuan menurunkan suhu politik yang belakangan mulai memanas akibat munculnya berbagai isu yang berpotensi memicu gejolak.

"Pernyataan Prabowo itu sebenarnya ingin menurunkan tensi politik yang mungkin belakangan ada manuver-manuver tertentu dari pihak-pihak yang berpotensi menimbulkan gejolak dan instabilitas politik," jelasnya.

Selain itu, Adi melihat publik akan membaca pidato Prabowo dalam konteks situasi politik yang berkembang saat ini. Menurutnya, pernyataan mengenai kekalahan dalam empat kali pemilu yang tidak diikuti upaya mengganggu pemerintahan bukan disampaikan tanpa alasan.

"Publik melihat ada konteks yang relevan, yaitu misalnya ada indikasi, tuduhan, dan dugaan yang mengarah kepada partai politik tertentu yang kalah dalam pemilu, yang turut terlibat menggerakkan aksi demonstrasi, terlibat dalam proses mobilisasi massa, melakukan perlawanan dan resistensi terhadap pemerintah, termasuk menggaungkan isu-isu seperti menolak program Makan Bergizi Gratis, menghentikan Koperasi Desa Merah Putih, dan seterusnya," katanya.

Adi menilai, melalui pernyataan tersebut Prabowo ingin menegaskan bahwa kekalahan dalam kontestasi politik merupakan hal yang wajar dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk terus menciptakan kegaduhan politik.

"Prabowo bilang kalah pemilu pasti ada kekecewaan. Tapi sampai kapan yang kalah bikin kegaduhan, bikin kontroversi," ujarnya.

Karena itu, Adi menilai Presiden sedang mengajak seluruh kekuatan politik, termasuk pihak-pihak yang belum sejalan dengan pemerintah, agar menyalurkan perbedaan pandangan melalui mekanisme demokrasi yang konstitusional.

"Prabowo ingin mengajak kepada semua kalangan, semua pihak, termasuk partai dan mungkin oknum tertentu yang tidak suka, tidak happy, dan sangat tidak setuju dengan program yang dimiliki Prabowo. Oke, tidak apa-apa. Tapi ketidaksukaan itu harus disalurkan nanti dengan berkompetisi di 2029," pungkasnya.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar