Jokowi & PSI Cuma Jadi Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo
Ketika Safari Politik Jokowi Disebut Berdampak Negatif ke Perekonomian. (Istimewa).
law-justice.co - Pengamat Politik Citra Institute, Efriza menilai bahwa manuver politik Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) bersafari ke Lampung, mengindikasikan adanya pengkhianatan terhadap rezim Presiden RI, Prabowo Subianto.
Menurut dia kehadiran Jokowi di Lampung hingga menerima gelar Baginda Pemuka Bangsa dari Keraton Keagungan Lampung mengubah persepsi publik tentang kebersamaannya dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo.
"Jelas safari politik Jokowi bermuatan politis, yang malah ia mengganggu sinergi seluruh partai untuk berkonsentrasi mewujudkan kesejahteraan masyarakat bersama Prabowo," ujarnya seperti melansir rmol.id, Selasa, 30 Juni 2026.
Menurutnya, safari politik Jokowi yang turut membawa embel-embel Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menunjukkan sikap tidak etis Jokowi terhadap Presiden Prabowo.
"Ia sudah purna tugas, tidak perlu lagi membangun citra. Biar itu jadi penilaian masyarakat, bukan seolah suatu daerah yang didatangi dimobilisasi untuk memberikan simbol citra yang bagus untuk Jokowi," tutur Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) ini.
Lebih lanjut, Efriza memandang Jokowi justru mengglorifikasi capaiannya saat menjadi presiden saat blusukan ke Lampung.
"Jadi penilaiannya lebih kepada tidak eloknya Jokowi bersafari sambil ditengarai melakukan mobilisasi pencitraan dalam simbolik keberhasilan kinerjanya," ucapnya.
"Jelas tergambarkan Jokowi bukan lagi pendukung pemerintah yang loyal, tetapi Jokowi dan PSI adalah bak duri dalam daging bagi pemerintah," demikian Efriza menambahkan.




Komentar