Trump Sebut Netanyahu Hampir Gagalkan Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17/06/2026 08:49 WIB
Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Istimewa)

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Istimewa)

law-justice.co - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengungkapkan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran nyaris gagal total.

Menurut Trump, situasi kritis tersebut terjadi akibat ulah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

Mengutip CNN, Selasa (16/6/2026), Trump menyebut Netanyahu tidak menyetujui kesepakatan AS-Iran karena bersikeras ingin melanjutkan peperangan.

Rentetan serangan yang dilancarkan Israel di Lebanon disebut-sebut menjadi faktor utama yang hampir membuyarkan perundingan damai tersebut. "Dia orang yang sangat sulit," ujar Trump mengenai sosok Netanyahu.

Orang nomor satu di AS itu menambahkan Netanyahu seharusnya berterima kasih atas langkah penghentian pertempuran ini.

"Sejujurnya, dia harusnya sangat berterima kasih kepada kami karena telah melakukan ini (menghentikan pertempuran). Sebab jika Iran punya senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan dalam dua jam," tegas Trump.

Agenda Penandatanganan di Swiss

Pernyataan blak-blakan ini disampaikan Trump pada hari yang sama saat dirinya mengumumkan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran. Trump mengabarkan bahwa penandatanganan kesepakatan secara resmi dijadwalkan bakal berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6/2026) mendatang.

Menurut Trump, kesepakatan yang akan diteken nanti mencakup kepastian bahwa Selat Hormuz akan `bebas bea masuk selamanya`. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada rincian resmi mengenai poin-poin menyeluruh dari kesepakatan AS-Iran tersebut.

Di sisi lain, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, sempat melaporkan bahwa nota kesepahaman (MoU) Iran dan AS mencakup komitmen untuk menghentikan pertempuran di seluruh front, termasuk di Lebanon.

Kesepakatan itu juga dilaporkan meliputi perjanjian untuk mencabut blokade angkatan laut AS di Iran serta pencairan dana atau aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.

Syarat Ketat Pencairan Aset Teheran

Namun, dalam wawancara dengan The New York Times, Trump menekankan bahwa Iran tidak akan menerima pencairan aset keuangan sampai Teheran memenuhi komitmennya. Komitmen utama ini termasuk menurunkan kadar uranium yang diperkaya.

Menurut Trump, AS tidak akan memaksa Iran menyerahkan material uraniumnya. Sebaliknya, AS seiring berjalannya waktu akan bergabung dengan Iran dalam "menurunkan kualitas" material nuklir tersebut.

Trump sejauh ini tidak menyebutkan tenggat waktu yang pasti. Ia hanya menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena AS sudah melumpuhkan kekuatan Iran.

"Mereka (Iran) tidak menginginkan serangan ketiga. Mereka peduli dengan kehidupan," kata Trump.

"Intinya adalah serangan-serangan yang telah kami lakukan itu berdampak besar pada tercapainya kesepakatan ini, dampak yang sangat besar," pungkasnya.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar