Trump Klaim Frustrasi soal Netanyahu: Tanpa Saya Tak Akan Ada Israel

Selasa, 16/06/2026 20:58 WIB
Donald Trump tersenyum pada Benjamin Netanyahu di Gedung Putih di Washington, 25 Maret 2019. (AP Photo) (indonesiainside.id)

Donald Trump tersenyum pada Benjamin Netanyahu di Gedung Putih di Washington, 25 Maret 2019. (AP Photo) (indonesiainside.id)

law-justice.co - Presiden Donald Trump akhirnya secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyusul langkah Israel yang kerap berupaya merusak prospek perundingan damai Amerika Serikat-Iran.

Dalam pertemuan dengan wartawan pada Selasa (16/6), Trump mengatakan Netanyahu perlu "bertindak lebih bertanggung jawab terkait Lebanon."

Sebab, negara Israel tetap melancarkan serangan ke Lebanon untuk menargetkan milisi Hizbullah yang merupakan sekutu Iran. Sementara itu, gencatan senjata di Lebanon antara Israel dan Lebanon merupakan bagian dari kesepakatan perundingan AS-Iran.

"Tanpa saya, tidak akan ada Israel karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang telah saya lakukan," kata Trump saat menjawab pertanyaan mengenai apakah ia merasa frustrasi menghadapi Netanyahu seperti dikutip CNN.

Dalam beberapa bulan terakhir, Trump memang kedapatan beberapa kali berselisih dengan Netanyahu terutama terkait perang melawan Iran.

Di satu sisi, Trump berupaya merampungkan perang yang ia mulai sejak 28 Februari dengan Iran secepatnya. Di sisi lain, Israel tampak ingin terus berperang dan tak ingin melihat AS-Iran berdamai.

Trump menilai pemimpin Israel itu beserta pemerintahannya justru mempersulit upaya AS mencapai kesepakatan dengan Iran karena serangan-serangan yang dilancarkan terhadap Hizbullah di Lebanon. Iran sendiri bersikeras bahwa setiap kesepakatan gencatan senjata harus mencakup Lebanon.

"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Bibi (sapaan Netanyahu), tetapi sekarang Bibi harus lebih bertanggung jawab terkait Lebanon," lanjut Trump.

Di sisi lain, Netanyahu berhati-hati untuk tidak terlibat konfrontasi terbuka dengan Trump. Saat berbicara mengenai kesepakatan AS-Iran pada Senin, ia mengatakan ada kalanya ia dan Trump tidak sependapat.

"Ada kalanya Presiden Trump dan saya tidak memiliki pandangan yang sejalan. Namun saya bertanggung jawab atas kepentingan keamanan Israel, dan hal itu harus dilakukan dengan bijaksana," beber Netanyahu.

Ketidakharmonisan Trump dan Netanyahu ini makin terlihat jelang penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran di Swiss pada Jumat (19/6) nanti.

Presiden Trump bahkan mengeklaim MoU antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang ini telah diteken "secara elektronik" sebelum 19 Juni. Ia juga mengeklaim Selat Hormuz yang selama perang AS-Iran pecah diblokade akan kembali terbuka pada Jumat mendatang.

(Yudi Rachman\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar