Iran Waspadai Israel Berupaya Sabotase Perjanjian Damai dengan AS

Sabtu, 13/06/2026 07:36 WIB
Harga Minyak Ambruk 11% Usai Sinyal Damai AS–Iran, Tapi Masih Perang

Harga Minyak Ambruk 11% Usai Sinyal Damai AS–Iran, Tapi Masih Perang

law-justice.co - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa setelah finalisasi, draf kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) akan ditandatangani dari jarak jauh. Perjanjian yang akan diteken dalam beberapa hari mendatang itu disebut ingin disabotase oleh Israel.

"Segera setelah tahap akhir negosiasi kami selesai, perjanjian ini akan ditandatangani dan diumumkan. Penandatanganan awalnya akan dilakukan secara digital. Masing-masing pihak akan menandatangani dari jarak jauh. Setelah itu, akan diumumkan bahwa nota kesepahaman ini telah ditandatangani oleh kedua belah pihak," kata Araghchi dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah dilansir AFP, Sabtu (13/6/2026)

"Ini bisa terjadi dalam beberapa hari mendatang. Saya sangat berharap."

Araghchi sebelumnya mengatakan bahwa kerangka kerja yang disebut `Nota Kesepahaman Islamabad` atau `Islamabad Memorandum of Understanding` bertujuan untuk mengakhiri perang dengan AS yang meletus pada 28 Februari "belum pernah sedekat ini."

Pada Kamis (11/6), Presiden AS Donald Trump mengatakan dia telah membatalkan serangan yang direncanakan terhadap Iran dan mengklaim kesepakatan untuk mengakhiri perang dapat segera ditandatangani.

Dalam wawancaranya, Araghchi mengatakan bahwa ia akan mengumumkan detail kerangka kerja tersebut setelah "diselesaikan dan difinalisasi" dan bahwa membahas detailnya sekarang akan berisiko "membahayakan penandatanganan kesepakatan."

Dia juga mengatakan draf kesepakatan tersebut mencakup pengakhiran blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, yang berlaku sejak 13 April, dan pengaturan tentang pengelolaan Selat Hormuz yang strategis.

Lalu lintas melalui Hormuz, jalur pelayaran global yang vital, telah berada di bawah kendali Iran sejak pecahnya perang dengan AS dan Israel pada 28 Februari. Iran, yang hanya mengizinkan sedikit kapal untuk melewati selat tersebut, bersikeras agar kapal-kapal mendapatkan izin dari angkatan bersenjatanya sebelum melintas.

(Yudi Rachman\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar