Ironis! Saat AI Berkembang Pesat, PHK Perusahaan Teknologi Meningkat

Sabtu, 06/06/2026 16:32 WIB
Ironis! Saat AI Berkembang Pesat, PHK Perusahaan Teknologi Meningkat  ilustrasi artificial intelligence (AI).(iStockphoto/David Gyung)

Ironis! Saat AI Berkembang Pesat, PHK Perusahaan Teknologi Meningkat ilustrasi artificial intelligence (AI).(iStockphoto/David Gyung)

law-justice.co - Teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin hari semakin pintar. Namun, di balik kepintaran itu, AI memiliki kisah tragis, terutama untuk pekerja. Biaya pengembangan AI yang harus dikeluarkan perusahaan tidak murah dan pekerja yang harus menanggungnya.

Saat ini Perusahaan teknologi kini semakin memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi kerja. Akibatnya, kebutuhan terhadap jenis pekerjaan tertentu menurun, sementara permintaan untuk keahlian baru terus meningkat.

Perkembangan teknologi AI membuat banyak perusahaan mengubah cara mereka bekerja. Beberapa pekerjaan kini bisa dibantu atau dilakukan oleh AI, sehingga kebutuhan tenaga kerja juga ikut berubah.

Perusahaan teknologi di Amerika Serikat makin banyak memangkas tenaga kerja di tengah maraknya investasi untuk pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pada Mei 2026, sektor teknologi mencatat jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir.

Sepanjang tahun ini, perusahaan-perusahaan di sektor teknologi telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 123.653 karyawan. Jumlah tersebut meningkat tajam, lebih dari 65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menunjukkan bahwa industri teknologi masih menghadapi berbagai tantangan dan terus melakukan penyesuaian bisnis.

Di sisi lain, total pengumuman PHK sektor swasta justru turun 7% dalam lima bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Sebaliknya , sektor teknologi tidak hanya menjadi penyumbang PHK terbesar, tetapi juga mencatat rencana perekrutan tertinggi dibandingkan sektor lainnya.

Laporan Challenger menunjukkan perusahaan-perusahaan AS telah mengumumkan rencana perekrutan sebanyak 80.472 pekerja sepanjang tahun ini.

Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan 2024 dan 2025, meski masih berada di bawah capaian periode yang sama pada 2019-2023.
 
Singkatnya, AI menyebabkan sebagian pekerjaan lama berkurang, tetapi pada saat yang sama menciptakan kebutuhan besar akan pekerjaan dan keterampilan baru di bidang teknologi.

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar