Tegangan Memuncak: Dua Kapal Ditembak Iran di Selat Hormuz Usai Dibuka

Minggu, 19/04/2026 00:38 WIB
Sebuah kapal milik Inggris tenggelam usai diserang militan Houthi di Laut Merah beberapa waktu lalu  foto  CNBC Indonesia

Sebuah kapal milik Inggris tenggelam usai diserang militan Houthi di Laut Merah beberapa waktu lalu foto CNBC Indonesia

law-justice.co -  

 

Baru Beberapa Jam Dibuka, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz!. Militer Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup pada hari Sabtu (18/4). Hal ini disampaikan komando militer pusat Iran beberapa jam setelah membuka kembali selat tersebut, dengan lebih dari selusin kapal komersial telah melewati jalur air vital tersebut.

Dua kapal terkena tembakan saat melintasi Selat Hormuz. Belum teridentifikasi kapal-kapal yang terkena tembakan itu.
Dilansir Reuters, Sabtu (18/4/2026), kapal-kapal dagang yang mencoba menyeberangi Selat Hormuz menerima pesan radio dari angkatan laut Iran yang memberitahu bahwa mereka tidak diizinkan untuk lewat. Beberapa kapal komersial yang mencoba melintasi selat tersebut sempat menerima pemberitahuan dari para pelaut sehari sebelumnya bahwa Selat Hormuz akan diizinkan dibuka tapi terbatas.

Setidaknya dua kapal melaporkan kapal-kapal Iran melepaskan tembakan, kata sumber-sumber perkapalan dan keamanan maritim kepada Reuters. Insiden tersebut dilaporkan terjadi di perairan antara pulau Qeshm dan Larak.

Kapal-kapal tersebut berbalik arah tanpa menyelesaikan penyeberangan, kata sumber-sumber tersebut. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan pihaknya telah menerima laporan insiden tersebut 20 mil laut di timur laut Oman.

Kapten sebuah kapal tanker mengatakan bahwa kapalnya didekati oleh dua kapal perang Korps Garda Revolusi Islam yang menembaki kapal tersebut. Kapal tanker dan awaknya selamat. Sebuah kapal kontainer juga terkena tembakan, kata sumber keamanan maritim.

Beberapa kapal melaporkan angkatan laut Iran telah menyiarkan pesan VHF yang menyatakan bahwa Selat Hormuz ditutup kembali.

"Perhatian semua kapal, sehubungan dengan kegagalan pemerintah AS untuk memenuhi komitmennya dalam negosiasi, Iran menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya ditutup kembali. Tidak ada kapal jenis atau kewarganegaraan apa pun yang diizinkan untuk melewati Selat Hormuz," bunyi pesan radio tersebut.

Ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut terdampar di Teluk. Mereka menunggu untuk melewati jalur air utama tersebut, yang menangani sekitar 20% aliran minyak dan gas alam cair global.


(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar