Lagi, Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG

Sabtu, 04/04/2026 16:21 WIB
Ilustrasi: Menu Makan Bergizi Gratis. (Antara)

Ilustrasi: Menu Makan Bergizi Gratis. (Antara)

[INTRO]

Lebih dari 55 siswa dari empat sekolah di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf serta memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang mengatakan pihaknya bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut, termasuk pembiayaan perawatan siswa di rumah sakit. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ujar Nanik dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026) sebagaimana dikutip Detik.

BGN juga mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa. Penghentian dilakukan tanpa batas waktu hingga fasilitas dinyatakan memenuhi standar. “SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), masih belum memenuhi standar,” katanya.

Peristiwa ini bermula pada Kamis (2/4) sore, ketika pihak sekolah melaporkan sejumlah siswa mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual setelah mengonsumsi makanan MBG. Menu yang disajikan saat itu meliputi spageti bolognese, bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, dan buah stroberi.

Insiden tersebut kemudian terkonfirmasi pada Jumat (3/4) dengan jumlah korban yang terus bertambah. BGN menduga penyebab keracunan berkaitan dengan kualitas makanan yang menurun akibat jeda waktu terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi. “Jeda waktu yang terlalu lama berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan,” ujar Nanik.

BGN memastikan akan memperketat pengawasan dalam pelaksanaan program MBG guna mencegah kejadian serupa serta menjamin keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

(Bandot DM\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar