Ratusan Kapal Tertahan di Selat Hormuz, Tunggu Izin Melintas

Jum'at, 27/03/2026 15:36 WIB
Ilustrasi: Dua kapal Indonesia yang tertahan di Selat Hormuz. (Kompas)

Ilustrasi: Dua kapal Indonesia yang tertahan di Selat Hormuz. (Kompas)

[INTRO]

Lebih dari 350 kapal dilaporkan tertahan di perairan Selat Hormuz karena menunggu izin dari otoritas Iran, menyusul meningkatnya ketegangan akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kantor berita semiresmi Iran Fars Kamis (26/3), melaporkan sedikitnya 350 kapal masih menunggu izin untuk melintasi Selat Hormuz, sekitar 27 hari sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Mengutip laporan terbaru di lapangan, Fars menyebut jalur perairan strategis tersebut masih ditutup bagi kapal-kapal milik atau yang berafiliasi dengan AS, Israel, dan sekutu mereka. Tidak ada kapal yang diizinkan melintas tanpa persetujuan dari otoritas Iran. Kapal-kapal yang menunggu disebut telah diperintahkan untuk mematikan sistem operasional dan tetap berada di posisi masing-masing hingga ada instruksi lebih lanjut.

Dari total kapal yang tertahan, Fars mencatat terdapat sekitar 25 kapal tanker berukuran besar (supertanker), 200 kapal tanker minyak, serta 70 kapal pengangkut gas alam cair (LNG) dan gas alam terkompresi (CNG). Fars juga menyebut kapal-kapal tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan maupun bersandar di pelabuhan regional tanpa izin Iran, karena rute pelayaran di kawasan itu saat ini berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata Iran.

Sebelumnya, Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Alireza Tangsiri, melalui unggahan di platform X pada Selasa (24/3), menegaskan bahwa setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz wajib berkoordinasi dengan otoritas maritim Iran.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika Israel dan AS melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan dan aset milik AS di Timur Tengah. Iran juga memperketat pengawasan dan pengendalian di Selat Hormuz, termasuk memblokir kapal-kapal yang terkait dengan AS dan Israel.

(Bandot DM\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar