Rudal Khusus di Laut Qader Terjang Kapal Induk Amerika Abraham Lincoln

Kamis, 26/03/2026 07:21 WIB
Rudal Khusus diLaut Qader Terjang Kapal Induk Amerika Abraham Lincoln   (berbagai sumber)

Rudal Khusus diLaut Qader Terjang Kapal Induk Amerika Abraham Lincoln (berbagai sumber)

law-justice.co -  

 

Sampai hari ini  sudah memasuki minggu ke 4 dan memasuki kerangan ke 80 . Iran tidak menghentikan serangan ke sejumlah target ke kota Israel .   Iran membakkan Rudal Jelajah  dengan jenis Qader ke Kapal Induk Amerika USS Abraham Lincoln . Rudal pantai-ke-laut jarak jauh digunakan untuk melawan kapal permukaan di laut.

Qader merupakan rudal jelajah yang relatif ringan yang bergerak di ketinggian rendah dan memiliki akurasi tinggi. Rudal Noor memiliki fitur yang sama dengan rudal Qader, namun rudal Noor memiliki jarak menengah sedangkan Qader adalah rudal jarak jauh. Kedua rudal digunakan terhadap target permukaan, dan fitur khusus mereka adalah presisi.

Hulu ledak dan bentuk tubuh rudal Qader mirip dengan rudal Noor. Kedua rudal menggunakan sistem yang identik dengan booster tambahan peluncuran awal yang serupa. Hulu ledak Qader adalah jenis bahan peledak tinggi, yang dapat menembus baja badan kapal. Qader telah dibangun dalam dua jenis angkatan laut dan udara, memiliki daya rusak yang tinggi terhadap target kapal perang.

 

Iran mengeklaim bahwa pasukannya telah menembakkan rentetan rudal jelajah ke kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln. Klaim ini disampaikan pada hari Rabu saat serangan terus menghujani Timur Tengah meskipun ada upaya diplomatik melalui jalur belakang untuk mengakhiri perang yang hampir berjalan empat minggu.

Rudal jelajah Qader Angkatan Laut Iran (rudal anti-kapal berbasis darat) menargetkan kapal induk USS Abraham Lincoln milik AS dan memaksanya untuk mengubah posisinya,” bunyi pernyataan militer Iran, sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (26/3/2026).

Pernyataan itu mengutip Kepala Angkatan Laut Laksamana Shahram Irani, yang mengatakan: "Pergerakan kelompok kapal induk tersebut terus dipantau... dan segera setelah armada musuh ini memasuki jangkauan sistem rudal kami, armada tersebut akan menjadi sasaran serangan dahsyat oleh Angkatan Laut Iran.” Perang yang berkobar ini dimulai pada 28 Februari dengan serangan udara gabungan AS dan Israel terhadap Iran. Perang dengan cepat melanda seluruh kawasan Timur Tengah, menyebabkan harga minyak meroket dan mengancam mengacaukan ekonomi global.

Para diplomat mengatakan mereka bekerja di balik layar untuk menyampaikan pesan antara pihak-pihak yang bertikai, meskipun ada pernyataan publik yang kontradiktif tentang apakah pembicaraan benar-benar terjadi. Namun, aktivitas militer tidak mereda, dengan target di Iran, Israel, Lebanon, Bahrain, Kuwait, Yordania, dan Arab Saudi semuanya menjadi sasaran serangan. Dari ibu kota Iran, Shayan yang berusia 40 tahun mengatakan kepada AFP: "Ada bensin, air, dan listrik. Tetapi ada rasa ketidakberdayaan di antara kita semua. Kami tidak tahu harus berbuat apa, dan sebenarnya tidak ada yang bisa kami lakukan."

 

Di front lain, pesawat tempur Israel membombardir pinggiran selatan Beirut, benteng kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran. Seorang koresponden AFP melihat jalan yang dipenuhi puing-puing, termasuk semen yang hancur dan logam yang bengkok setelah serangan pagi hari, sementara lantai atas sebuah gedung apartemen tampak rusak.

Lebanon terseret ke dalam perang ketika Hizbullah mulai menembakkan roket ke Israel pada 2 Maret untuk membalas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Menurut otoritas Lebanon, lebih dari 1.000 orang telah tewas dalam lebih dari tiga minggu serangan Israel dan lebih dari satu juta orang telah mengungsi. Di kota Tyre, Lebanon selatan, yang hampir terisolasi dari bagian negara lainnya akibat bom, Khalil, seorang pria berusia 30-an, menyuarakan penentangannya. "Mereka harus mengambil kami dengan paksa," katanya kepada AFP.

Khalil tak peduli dengan operasi darat Israel dan bayang-bayang invasi besar-besaran. "Kami tidak ingin meninggalkan tanah kami...hati kami ada di sini," katanya, sembari berlindung bersama keluarga mudanya di sebuah teater. Secara diplomatik, kedua pihak memberikan keterangan yang saling bertentangan meskipun para mediator di wilayah tersebut mengatakan bahwa pekerjaan sedang berlangsung di balik layar.

USS Abraham Lincoln (CVN-72) adalah kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz milik Angkatan Laut Amerika Serikat . mempunyai spesifiksi dibawah ini:

Tipe: Kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz.
Dimensi: Panjang sekitar 332,8 meter (setara tinggi Menara Eiffel).
Bobot: Sekitar 104.000 ton dalam kondisi beban penuh.
Persenjataan Udara: Mampu membawa sekitar 80-90 pesawat, termasuk jet tempur canggih seperti F-35C Lightning II dan F/A-18E/F Super Hornet.
Peran: Melaksanakan operasi peperangan udara, koordinasi skuadron sayap udara, dan mendukung stabilitas keamanan di wilayah operasionalnya.

Rudal Jelajah  dengan jenis Qader 

Spesifikasi:
Panjang: 740 cm
Diameter: 36 cm
Kecepatan: Mach 0,9
Jangkauan: sekitar 300 km
Berat: 200 kg

Ketinggian terbang: 20 hingga 30 meter di atas permukaan laut dengan kemampuan terbang di ketinggian 3 hingga 5 meter air pada tahap akhir mendekati target menjadikan susah di deteksi  radar pihak lawan karena sangat rendah diatas permukaan laut begitu sudah mendekati saran tembak . 

 

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar