Iran Luncurkan Rudal Balistik Sejjil Tembus Benua Afrika

Senin, 23/03/2026 07:32 WIB
foto 3M magazine

foto 3M magazine

law-justice.co - Ketegangan Timur Tengah memasuki fase baru yang mengerikan setelah Iran menembakkan rudal balistik Sejjil ke wilayah Israel pada Minggu . Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim serangan ini sebagai bagian dari "Gelombang Serangan ke-54" dalam Operasi True Promise 4, dengan rudal canggih tersebut secara spesifik ditargetkan untuk mengejar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ini menjadi debut pertama Sejjil dalam konflik langsung, menandai kemampuan rudal jarak menengah Iran yang mampu mengubah dinamika perang regional.

 

Debut Mematikan Rudal Sejjil: Jangkauan dan Kekuatan

Rudal Sejjil, yang disebut sebagai "senjata rahasia" Iran, adalah rudal balistik dua tahap berbahan bakar padat dengan jangkauan operasional 2.000-2.500 km, cukup untuk mencapai target di Israel dari wilayah Iran. Dengan kecepatan hingga Mach 12-14 saat memasuki atmosfer dan muatan hingga 700 kg (atau 1.500 kg untuk jarak lebih pendek), Sejjil dirancang untuk menghindari pertahanan udara seperti Iron Dome Israel. IRGC menyatakan rudal ini menargetkan pusat komando udara, infrastruktur militer, dan lokasi strategis di Israel, termasuk area sekitar Yerusalem dan selatan negeri itu.

 

Serangan ini bukan yang pertama bagi Iran, tapi debut Sejjil menambah lapisan ancaman. Sebelumnya, Iran mengandalkan rudal seperti Shahab-1 (jarak 300 km, bahan bakar cair, berbasis Scud) untuk serangan jarak dekat, atau Soumar (cruise missile hingga 2.000-3.000 km, subsonik rendah) untuk misi presisi. Namun, Sejjil—yang pertama kali diuji 2008—menunjukkan kemajuan Iran dalam teknologi solid-fuel, memungkinkan peluncuran cepat tanpa persiapan panjang seperti rudal cair. Video viral menunjukkan "tarian" rudal ini saat meluncur, dengan klaim IRGC bahwa beberapa lolos Iron Dome dan menyebabkan kerusakan minor di Arad dan Dimona.

 

Respons Netanyahu dan Eskalasi Global

Netanyahu langsung bereaksi dengan kunjungan ke situs serangan di Arad pada 21 Maret 2026, menuduh Iran menargetkan warga sipil dan situs suci seperti Tembok Ratapan serta Masjid Al-Aqsa. "Iran membahayakan dunia dengan rudal jarak jauh yang bisa mencapai Eropa," katanya, sambil memperingatkan koalisi internasional untuk bergabung dalam kampanye AS-Israel melawan Iran. Serangan balasan Israel ke ladang gas Iran dan fasilitas nuklir seperti Natanz telah menewaskan puluhan, termasuk pejabat IRGC, memicu gelombang baru rudal dari Teheran.

 

Konflik ini, yang memasuki minggu keempat, melibatkan serangan terkoordinasi Hezbollah di Lebanon dan ancaman Iran ke basis AS di Teluk. Harga minyak melonjak, dan pakar memperingatkan potensi perang regional jika Sejjil diikuti rudal lebih canggih. Iran klaim ini sebagai "balasan sah" atas serangan AS-Israel, tapi dunia khawatir eskalasi ke konflik global.


Penembakkan rudal balistik ini bukan tanpa alasan. Sejak akhir Februari lalu, Israel dan Amerika Serikat bekerja sama untuk menyerang Iran.

 

Iran membalas serangan tersebut dengan berbagai strategi, mulai dari penutupan Selat Hormuz hingga penembakkan rudal blastik. Sebagai informasi, Iran adalah salah satu negara Timur Tengah yang memiliki senjata rudal terbesar dan paling bervariasi.

Rudal Iran bisa menjangkau 300 km (rudal Shahab 1) hingga 2.500 km (rudal Soumar). Termasuk rudal jarak menengah, untuk pertama kalinya Iran menunjukkan kebolehan rudal Sejjil.


Tentang Rudal Sejjil
Rudal Sejjil adalah rudal berbahan bakar padat. Disebutkan Press TV, rudal Sejjil diluncurkan untuk menyerang pusat komando dan kendali rezim Israel serta infrastruktur militer penting. Kapasitas muatan rudal Sejjil mencapai 700 kilogram.

Rudal Sejjil memiliki jangkauan 2.500-2.500 km dengan dua tahap pelepasan. Hal Ini membuatnya bisa menjangkau Israel bahkan Benua Afrika.

Mampu bermanuver di ketinggian, rudal Sejjil dijuluki "dancing missile" karena bisa menghindari sistem pertahan rudal seperti Iron Dome milik Israel.


Menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), rudal Sejjil memiliki panjang sekitar 18 meter, diameter sekitar 1,25 meter, dan berat sekitar 23.600 kilogram. Rudal ini dipersiapkan dan diluncurkan lebih cepat daripada sistem berbahan bakar cair lainnya.

Strategi Perang Iran

Perang yang berlangsung hampir satu bulan ini membuat Iran akan terus menciptakan "Chaharshanbe Suri regional" dengan menembakkan rudal balistik dan drone ke negara lain.

IRGC mengatakan bahwa sejumlah besar rudal, termasuk Khorramshahr yang merupakan rudal super berat dengan hulu ledak ganda, kemudian Kheybar, Qadr, dan Emad, telah dikerahkan. Sementara itu, laporan media-media lokal Israel menyebutkan sirene peringatan serangan udara berbunyi di area ibu kota Tel Aviv, Herzliya, dan setidaknya di 141 lokasi lainnya di berbagai wilayah Israel.

 

 

 

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar