Saksi di Sidang Noel Ngaku Diminta Buat Rekening Tanpa Alasan Tujuan

Senin, 09/03/2026 19:03 WIB
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (tengah) bersama tersangka lainnya berjalan menuju ruang konferensi pers usai terjaring OTT KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025). KPK menetapkan Wamenaker Immanuel Ebenezer bersama 10 orang lainnya sebagai tersangka kasus pemerasa pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.(ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (tengah) bersama tersangka lainnya berjalan menuju ruang konferensi pers usai terjaring OTT KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025). KPK menetapkan Wamenaker Immanuel Ebenezer bersama 10 orang lainnya sebagai tersangka kasus pemerasa pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.(ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

law-justice.co - Jaksa menghadirkan saksi bernama Farida Astuti selaku kakak ipar terdakwa kasus pemerasan sertifikasi K3 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Farida mengaku diminta membuat rekening bank yang diduga digunakan sebagai rekening penampungan hasil pemerasan tersebut.

Farida diminta membuat rekening oleh terdakwa Anitasari Kusumawati selaku Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020. Persidangan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/3/2026).

"Saudara pernah disuruh oleh Saudara Anita membuat rekening?" tanya jaksa.

"Iya," jawab Farida.

"Terkait dengan pembukaan rekening itu, itu masih ingat pada tahun berapa atau bulan apa seingat Saudara?" tanya jaksa.

"Kalau saya nggak salah tuh sekitaran 2021 ya, tepatnya saya lupa," jawab Farida.

Farida mengatakan Anita memberi uang Rp 1 juta sebagai saldo awal untuk rekening baru tersebut. Dia mengaku mau membuat rekening tersebut sebatas untuk menolong anggota keluarga.

"Kenapa Saudara mau disuruh untuk membuat rekening?" tanya jaksa.

"Kan minta tolong Saudara ya. Kalau saya bisa tolongin saya tolongin," jawab Farida.

"Kan masih Saudara," timpal jaksa.

"Iya kan adik ipar saya," jawab Farida.

Farida mengaku tak diberi tahu soal tujuan pembuatan rekening tersebut. Dia mengatakan rekening itu langsung ia serahkan ke Anita setelah selesai dibuat.

"Itu Saudara kasihkan ke Saudara Anita?" tanya jaksa.

"Iya," jawab Farida.

"Pada hari itu juga?" tanya jaksa.

"Iya," jawab Farida.

"Terus kemudian Saudara dikasih tahu terkait dengan maksud dari pembuatan rekening tersebut?" tanya jaksa.

"Tidak," jawab Farida.

 

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar