Erizal: Berkas Kasus Roy Suryo Cs Terlalu Dipaksakan
Pakar Telematika Roy Suryo (kanan) bersama Pengamat Kebijakan Publik Bonatua Silalahi (kiri) memperlihatkan salinan foto copy ijazah presiden ke-7 RI Joko Widodo yang dilegalisir ketika mendaftar sebagai capres pada Pemilu 2014 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat (24/10/2025). Menurut Roy Suryo terdapat beberapa kejanggalan pada salinan ijazah tersebut. Robinsar Nainggolan
Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal menilai lebih berat kasus Tian Bahtiar daripada kasus pencemaran nama baik, dan lain-lain, terkait ijazah Jokowi, yang dialami Roy Suryo cs.
"Bahkan, bukti kasus Tian Bahtiar jauh lebih terang dibandingkan kasus RRT," kata Erizal dalam keterangannya, dikutip Sabtu 7 Maret 2026.
Erizal melihat wajar Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengembalikan (P19) berkas RRT dan meminta penyidik mendalami lagi barang bukti dan saksi-saksi.
"Karena berkasnya masih mentah dan terkesan dipaksakan," ungkap Erizal.
Bayangkan dalam kasus Tian Bahtiar, konten pemberitaannya ada, pertemuan dengan tersangka Marcella Santoso juga ada, bahkan bukti transfer juga ada.
"Tapi hakim tak menganggap itu sebagai bukti perintangan penyidikan, apalagi merusak reputasi Kejaksaan Agung," jelas Erizal.
Tian hanya dianggap kena masalah etika demokrasi saja, bukannya pidana. Dan apa yang dilakukan Tian bagian dari kontrol terhadap penyidikan yang dilakukan Kejagung.
"Bandingkan dengan apa yang dilakukan RRT. Jauh sekali dibandingkan Tian Bahtiar," pungkas Erizal.




Komentar