KPAI: Kasus Bunuh Diri Anak di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

Jum'at, 13/02/2026 11:45 WIB
Ilustrasi bunuh diri (Tribun).

Ilustrasi bunuh diri (Tribun).

law-justice.co - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) beberapa waktu lalu mengungkapkan fakta bahwa Indonesia menempati urutan tertinggi kasus bunuh diri anak di kawasan Asia Tenggara.

Kondisi ini dinilai telah memasuki tahap darurat dan membutuhkan penanganan luar biasa dari seluruh elemen bangsa, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah.

Anggota KPAI, Diyah Puspitarini, memaparkan bahwa berdasarkan data KPAI terjadi tren kenaikan kasus dari tahun ke tahun. Pada 2023 tercatat 46 kasus, kemudian 43 kasus pada 2024.

Sepanjang 2025 tercatat 26 kasus, namun kekhawatiran kembali muncul setelah terdapat tiga laporan kasus serupa pada awal 2026.

“Ini tidak bisa kita normalisasi, secara garis besar Indonesia berada pada kondisi yang darurat anak mengakhiri hidup,” ujar Diyah seperti dikutip dari beberapa media, Rabu (11/2/2026).

Dia menegaskan bahwa setiap kasus harus menjadi alarm serius bagi semua pihak.

Kasus terbaru terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang melibatkan seorang siswa sekolah dasar. Peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan ekonomi, karena anak tersebut tidak mampu membeli buku dan pena untuk sekolah.

Diyah menyebut kejadian ini memiliki kemiripan dengan kasus di Kebumen, Jawa Tengah, pada 2023. Saat itu, seorang anak diduga mengakhiri hidup setelah tidak mendapatkan uang jajan.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa persoalan anak sering kali luput dari perhatian dan tidak terdeteksi sejak dini oleh lingkungan terdekat.

Menurut data KPAI, faktor terbesar yang mendorong anak mengakhiri hidup adalah perundungan (bullying), diikuti pola pengasuhan, tekanan ekonomi, pengaruh game online, dan persoalan asmara.

KPAI mengingatkan bahwa kasus semacam ini terjadi hampir setiap tahun dan bahkan telah menyasar anak usia sekolah dasar, sehingga perhatian serius terhadap kesehatan mental anak menjadi tanggung jawab bersama keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar