IKN dan KCJB Disebut Proyek Cari Untung dengan Mark Up Besar

Sabtu, 01/11/2025 21:14 WIB
Ilustrasi: Kawasan inti Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. (VoI)

Ilustrasi: Kawasan inti Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. (VoI)

law-justice.co - Mantan Juru Bicara mantan Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie M. Massardi, menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) merupakan proyek yang sarat skandal, tanpa rasio. Adapun proyek tersebut dicetuskan oleh mantan Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi.

“IKN dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung proyek sarat skandal, tanpa rasio," kata Adhie di akun X dikutip pada Jumat (31/10/2025).

Menurut Adhie, kedua proyek itu sarat dengan skandal dan tidak memiliki urgensi yang jelas bagi rakyat. "Apa urgensi Jakarta-Bandung harus cepat jika Jakarta bukan lagi ibukota? Sinting," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa proyek-proyek tersebut bukan didorong oleh kebutuhan publik, melainkan karena motif ekonomi yang tidak transparan. “Ini memang proyek cari untung via mark-up gila-gilaan," tegasnya

Adhie bahkan meminta publik untuk menelusuri lebih jauh aliran dana di balik proyek tersebut. “Coba follow the money. Ada jejak ke proyek 3 periode, tukang survei, dan lain-lain,” tegasnya.

Dia pun menilai langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tergolong lambat dan tidak tegas dalam mengawasi proyek-proyek besar tersebut patut dipertanyakan. “Langkah KPK nyurigakan. Awasi!," serunya.

(Givary Apriman Z\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar