Legislator DKI Kritik GT Diperbaiki di Jam Sibuk: Mestinya Hari Libur
Antrean di pintu tol dalam kota (foto: Liputan6)
"Saya mendukung kalau perbaikan-perbaikan di Jakarta, baik itu gerbang tol ya atau kemudian juga ada pembangunan LRT Jakarta misalnya, itu dilakukan lebih banyaknya itu pada malam hari dan juga hari libur gitu. Karena ini mau tidak mau itu sangat mengganggu lalu lintas kalau dilakukan penutupan gerbang tol karena diperbaiki pada saat volume kendaraan itu besar atau banyak," kata Taufik kepada wartawan, Jumat (26/9/2025).
Di samping itu, Taufik mendorong penutupan sejumlah GT secara bersamaan ini dikoordinasikan sekaligus memanfaatkan berbagai pemantauan CCTV di titik-titik jalan. Menurutnya, pemantauan situasi lalin jalan lewat CCTV dapat dijadikan pertimbangan untuk menerapkan dibuka tutupnya GT-GT tersebut.
"Tapi kemudian sebenarnya juga bisa ada cara lain mungkin ya. Artinya gini, kan harusnya Dinas Perhubungan punya lalu lintas center ya, kan dia sudah punya kamera di banyak titik di Jakarta, juga termasuk yang dimiliki oleh MRT, LRT, atau LRT Jabodebek ya, atau yang ada di gedung-gedung, bisa dikoordinasikan," jelasnya.
"Kemudian dilihat, memang pada suatu saat misalnya, misalnya hari kerja, tapi kemudian ada tempat yang harus diperbaiki gerbang tolnya, tapi dia tidak terlalu banyak kendaraan, nah itu bisa dilakukan perbaikan di situ," pungkasnya.




Komentar