Gerakan Buruh Tolak Rayakan May Day Bersama Prabowo di Monas

Rabu, 30/04/2025 21:11 WIB
Aliansi buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) menggelar demo di kawasan di Patung Kuda, Jakarta Pusat hari ini, Kamis (20/10/2022). Mereka menuntut harga bahan bakar minyak (BBM) diturunkan hingga mendesak pemerintah mencabut UU Cipta Kerja (Ciptaker). Robinsar Nainggolan

Aliansi buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) menggelar demo di kawasan di Patung Kuda, Jakarta Pusat hari ini, Kamis (20/10/2022). Mereka menuntut harga bahan bakar minyak (BBM) diturunkan hingga mendesak pemerintah mencabut UU Cipta Kerja (Ciptaker). Robinsar Nainggolan

law-justice.co - Ketika gerakan buruh yang dikomandoi Partai Buruh berencana melebur dengan Presiden Prabowo Subianto dalam momen peringatan Hari Buruh Internasional 2025 di Monas, Jakarta, pilihan menjaga jarak diambil Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak). Koordinator Gebrak, Sunarno, menyatakan gerakan buruh kubunya tidak ingin diduduki oleh seseorang ataupun kelompok manapun yang bisa mengaburkan independensi gerakan.

“Menurut kami, tidak ada cukup alasan untuk rakyat yang merasakan kebijakan buruk dan perlakuan represif dari negara selama ini untuk kemudian berdekatan dan bersatu padu dengan kekuasaan yang menindas, justru rakyat harus membangun persatuan nasional antara rakyat tertindas lainnya demi tercapainya kesejahteraan untuknya,” ujar Sunarno dikutip pada Rabu (30/4/2025).

Sebaliknya, Sunarno menjelaskan, aliansi gerakan buruh bersama rakyat ini akan melakukan aksi yang terpusat di Dukuh Atas mulai pukul 09.00 WIB. Aksi tersebut akan digelar bersama dengan konfederasi serikat buruh, serikat pekerja kampus/universitas, organisasi mahasiswa, serikat petani, serikat/komunitas ojek/transportasi online, organisasi perempuan Indonesia, organisasi lingkungan, organisasi masyarakat adat, organisasi bantuan hukum & HAM, dan jaringan masyarakat sipil lainnya.

“Secara tegas kami sampaikan hentikan intimidasi dan pelarangan aksi unjuk rasa pada May Day di Jakarta tidak boleh ada perlakuan yang berbeda pada aksi momentum May Day 2025 nanti antara yang di dalam Monas maupun di tempat berbeda,” ujarnya lagi.

Sunarno mengatakan bahwa aliansi GEBRAK mengusung beberapa tuntutan dalam demo Hari Buruh mendatang, di antaranya adalah menuntut pencabutan UU Cipta Kerja beserta PP turunannya, pengesahan RUU Ketenagakerjaan yang pro terhadap buruh, dan meminta kepastian terkait jaminan kerja yang layak bagi kaum buruh.

“Sahkan RUU PPRT sekarang juga, berikan jaminan hukum bagi pekerja rumah tangga, hapuskan hubungan kemitraan, pengakuan status pekerja bagi pengemudi ojol, taksi online dan kurir, jamin dan lindungi pekerja medis dan kesehatan, pekerja perikanan, dan kelautan, pekerja perkebunan dan pertanian, pertambangan dan buruh migran,” jelas Sunarno.

Dia juga meminta agar pemerintah menyudahi penggusuran pemukiman dan tanah-tanah rakyat dan memberi tanah dan teknologi pertanian bagi petani kecil. Tak hanya itu, Sunarno menyebut pihaknya juga meminta RUU Masyarakat segera disahkan untuk keberlangsungan hidup dan kesejahteraan Masyarakat Adat di seluruh penjuru negeri.

“Cabut UU TNI, tolak militer masuk kampus, pabrik dan desa, tolak militer campur tangan urusan sipil, kembalikan militer ke barak,” sambung dia.

Adapun Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal memastikan Prabowo Subianto akan hadir dalam acara May Day 2025 di Lapangan Monumen Nasional. 

(Rohman Wibowo\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar