Buntut Macet Horor Massa Buruh Demo di Pelabuhan Tanjung Priok
(ANTARA/Instagram @jakut.info)
law-justice.co - Kemacetan yang parah luar biasa terjadi akibat bongkar muat peti kemas di Pelabuhan terjadi pada Kamis (17/4). Macet tersebut berimbas hingga lalu lintas di Tol Dalam Kota dan jalur arteri. Kemacetan horor telah melumpuhkan Tanjung Priok sejak Rabu (16/4) malam.
Kemacetan parah yang kembali terjadi di ruas jalan sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dalam beberapa hari kemarin menuai sorotan dari berbagai pihak.
Aksi demo digelar usai terjadi macet horor akibat aktivitas bongkar muatan peti kemas di pelabuhan.
Dikutip Antara, Minggu (20/4/2025), polisi tak bersenjata mengawal aksi demo yang digelar Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) itu. Sebanyak 398 personel polisi dikerahkan.
Massa buruh menggelar demo di depan Pos 9 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Total ada 398 personel gabungan yang kami terjunkan, terdiri atas TNI, Satbrimobda, Ditsamapta, dan dari Personel Polres Pelabuhan Tanjung Priokuntuk mengamankan jalannya unjuk rasa," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Martuasah H Tobingdi Jakarta.
Martuasah menegaskan seluruh personel yang terlibat pengamanan tidak dibekali senjata api dan semua senjata api sudah dititipkan di gudang logistik dengan pengawasan Sipropam Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Dia mengatakan petugas pengamanan mengedepankan pendekatan humanis dan profesional dalam melayani saudara-saudara yang menyampaikan pendapat mereka.
"Pengamanan dilakukan secara humanis dan petugas memberikan buah, makanan dan minuman kepada peserta aksi unjuk rasa sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat yang melakukan aksi unjuk rasa agar tidak kehausan dan kelaparan," ucapnya.
Polisi juga telah berkoordinasi dan membuat komitmen dengan semua elemen massa aksi untuk memastikan situasi aman kondusif. Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar Pos 9 Jalan Raya Pelabuhan Tanjung Priok diberlakukan buka dan tutup, secara situasional.
"Kami mengimbau masyarakat yang hendak melintas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok dan Jalan Raya Cilincing untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan," kata dia.
Demo digelar pagi tadi. Aksi dilakukan menyusul keluhan para sopir truk dan warga sekitar Tanjung Priok yang mengalami kemacetan hingga 12 jam akibat aktivitas di pelabuhan.
Adapun macet akibat bongkar muat peti kemas di Pelabuhan terjadi pada Kamis (17/4). Macet tersebut berimbas hingga lalu lintas di Tol Dalam Kota dan jalur arteri.
Dalam konferensi pers, Pelindo mengatakan kemacetan yang meluas ke mana-mana ini disebabkan adanya tiga kapal yang bongkar muat di luar jadwal.
Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung, menegur keras PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan operator imbas kemacetan di Tanjung Priok, Jakarta Utara, sejak Kamis (17/4/2025). Pramono menuturkan kemacetan yang berlarut tersebut menunjukkan ketidakprofesionalan Pelindo dan operator pengelola di Tanjung Priok.




Komentar