Ustadz Das`ad Latif
Pendakwah dengan Logat Timur, Tolak Maju Pilkada & Makna Bulan Ramadan
Ustadz Das`ad Latif (Istimewa)
[INTRO]
Ustadz Das`ad menyebut keagungan dan kemuliaan Ramadan yang kedua yaitu Allah memberikan ampunan sebesar besarnya kepada hambanya. Iapun mengatakan, bulan Ramadan disebut juga sebagai bulan ampunan.Bahkan, Allah SWT akan merasa malu jika tidak mengabulkan doa hambanya sebelum pagi hari. Betapa agungnya bulan suci Ramadan ini. Tidak sampai disitu, keagungan bulan Ramadan lainnya yakni adanya malam lailatul qadar. Malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Malam lailatul qadar merupakan satu waktu dimana umat muslim berkesempatan mendapatkan pahala dan keberkahan dengan nilai seribu bulan."Malam yang lebih mulia daripada seribu bulan, kalau dihitung 83 tahun. Apa artinya? Anda sekali melakukan kebaikan pada malam lailatulqadar, maka Anda seolah-olah berbuat baik selama seribu tahun," imbuhnya.
"Alhamdulillah ada partai yang melirik saya untuk masuk (Pilkada) Wali Kota Makassar. Terima Kasih, terutamanya Partai NasDem tapi saya pikir bukan di situ tempat saya, tempat saya mubaligh,” ujarnya. Ustadz Das’ad mengaku memiliki pemikiran sederhana. Satu di antaranya adalah dirinya tidak mau terbebani dengan jabatan yang nantinya akan diembannya."Saya sederhana, kalau saya jadi Wali Kota Makassar, maka saya akan hormat kepada Kapolres, saya akan hormat kepada Gubernur, datang lagi Menteri saya hormat lagi, datang presiden hormat lagi," ujarnya.Kondisi tersebut berbanding terbalik apabila dirinya tetap menjadi seorang penceramah. Sebab, sebagai seorang mubaligh yang menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain, dirinya kini tak terbebani. Termasuk memberikan hormat kepada para pejabat yang ditemuinya."Tapi karena saya mubaligh, saya tidak perlu hormat, saya bisa tegak menghadapi mereka," imbuhnya. "Bahkan saya ceramahi mereka," sambungnya.Selain itu, alasan dirinya menolak menjadi Wali Kota Makassar adalah lebih kepada introspeksi diri. Ustadz Das`ad mengaku mengerti betul kemampuan dirinya. Sehingga dirinya merasa tidak pantas apabila mengemban amanah sebagai pejabat publik."Saya ada istilah begini, banyaknya rusak negara kita ini karena orang yang tidak ahli di bidangnya," urainya. Menurutnya, nabi sudah menjelaskan, apabila suatu perkara kau serahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggu kehancurannya."Saya punya hak berpolitik, tapi saya harus tahu diri, bukan di situ keahlian saya," tutupnya.
Ustadz Das`ad Latif merupakan seorang ulama, akademikus, dan dosen ilmu komunikasi berkebangsaan Indonesia yang aktif mengajar di Universitas Hasanuddin. Ustadz Das`ad lahir di salah satu Kabupaten yang berada di Sulawesi Selatan yakni, Kabupaten Pinrang dan lahir pada 21 Desember 1973.
Selama ini Ustadz Das`ad dikenal dengan dakwah yang memiliki logat timur yang kental dan diselipkan dengan jenaka sehingga dakwahnya mudah diterima masyarakat.
Ustadz Das’ad mengenyam pendidikan di SD Negeri Inpres 169 Pinrang, SMP Negeri Bungi, Pinrang dan SMA Negeri 4 Ujung Pandang. Semasa SMP dan SMA ia ikut menjadi pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah di sekolahnya.Ustadz Das`ad menyelesaikan studi pendidikan Sarjana di dua kampus bersamaan, yaitu Institut Agama Islam Negeri Alauddin Makassar pada bidang Peradilan Islam dengan gelar Sarjana Agama pada tahun 2000 dan di Universitas Hasanuddin pada bidang Ilmu Komunikasi dengan gelar Sarjana Sosial pada tahun 1998.
Ia meraih gelar Doktor dalam Ilmu Komunikasi (Ph.D) dari Universitas Kebangsaan Malaysia pada tahu 2016 dan gelar Doktor untuk kedua kalinya di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dalam bidang Ilmu Syariah pada tahun 2018.
Disertasi terakhirnya berjudul "Membangun Kerukunan Umat Beragama dalam Bingkai Maqasid Syariah". Selama menjadi mahasiswa ia juga aktif dalam berorganisasi salah satunya adalah masuk dalam kepengurusan Mahasiswa Muhammadiyah.
Ustadz Das`ad memiliki satu motto hidup dalam hidupnya yakni selalu memuliakan orang tua terutama ibu. Menurutnya, seorang ibu memiliki jasa yang besar untuk anak-anaknya. Ia meyakini bila ia bisa berada di titik saat ini karena didikan orang tua dan yang paling utama adalah karena doa dari Ibunya.
"Saya itu sangat memuliakan ibu, jadi saya sepeerti ini bukan karena saya hebat tapi karena didikan orangtua saya, tapi karena doa-doa ibu saya," kata Ustadz Das`ad kepada Law-Justice.
Ustadz Das`ad menandaskan bahwa harta yang paling mulia dan utama adalah memiliki anak yang sholeh dan sholehah. Sebab saat kita meninggal dunia anak semacam ini yang bersedia selalu mendoakan kita.
Ustadz Das`ad menjelaskan bahwa memiliki anak yang sholeh dan sholehah ini tentu saja tidak lepas dari cara mendidik yang dilakukan oleh orang tua. Oleh sebab itu, Ustadz Das`ad Latif wanti-wanti agar tidak salah dalam mendidik anak."Percayalah bahwa investasi paling mulia bagi seorang ibu bukan rumah, tapi anak yang sholeh dan sholehah, makanya kekayaan kita anak yang soleh dan solehah," ujarnya.
Makna Bulan Ramadan
Bulan Ramadan akan segera berakhir, dalam perjalanan Bulan Ramadan tahun ini Ustadz Das`ad beberapa kali memberikan tausiyah. Ia menyatakan salah satu makna Ramadan tahun ini, ialah meningkatkan kepekaan pada lingkungan sosial. Untuk itu berbagi di bulan Ramadan menjadi salah satu amalan yang diutamakan dan tentu disenangi oleh Allah SWT.
"Jadikan Ramadan sebagai bulan untuk berlomba dalam kebaikan," katanya.
"Allah tidak memintamu untuk berhasil tapi menuntutmu untuk sungguh-sungguh dalam Ikhtiar," sambungnya.
Ustadz Das`ad memaparkan pada Bulan Ramadan, Al-Qur`an diturunkan dan Al-Qur`an memberikan umat manusia sebuah pedoman untuk menjalani hidup. Artinya, Al-Qur`an merupakan penyelamat hidup manusia baik di dunia maupun di akhirat.Selain itu, Ustadz Das`ad menyebut sebagai manusia bisa jadi lebih mulia apabila menjadikan Al-Qur`an sebagai pedoman hidup."Alhamdulillah Allah turunkan Al-Qur`an yang jadi pedoman buat kita. Yang kalau kita ikuti tuntunannya maka akan menyelamatkan kita dunia akhirat. Bahkan kita manusia lebih mulia daripada malaikat, dengan catatan Qur`an dijadikan pedoman," paparnya.
Ustadz Das`ad menyebut keagungan dan kemuliaan Ramadan yang kedua yaitu Allah memberikan ampunan sebesar besarnya kepada hambanya. Iapun mengatakan, bulan Ramadan disebut juga sebagai bulan ampunan.Bahkan, Allah SWT akan merasa malu jika tidak mengabulkan doa hambanya sebelum pagi hari. Betapa agungnya bulan suci Ramadan ini. Tidak sampai disitu, keagungan bulan Ramadan lainnya yakni adanya malam lailatul qadar. Malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Malam lailatul qadar merupakan satu waktu dimana umat muslim berkesempatan mendapatkan pahala dan keberkahan dengan nilai seribu bulan."Malam yang lebih mulia daripada seribu bulan, kalau dihitung 83 tahun. Apa artinya? Anda sekali melakukan kebaikan pada malam lailatulqadar, maka Anda seolah-olah berbuat baik selama seribu tahun," imbuhnya.
Tolak Maju Pilkada 2024
Diketahui bila Ustadz Das`ad pernah maju dalam kontestasi Pilkada sebagai calon wakil wali kota mendampingi Tamsil Linrung dalam pemilihan umum Wali Kota Makassar 2013.
Namun pada kontestasi tersebut, Ustadz Das`ad kalah dan menempati posisi ketiga pada tahun tersebut. Dalam gelaran Pemilu 2024, Ustad Das`ad beberapa kali memberikan dakwah yang berkaitan dengan politik namun dibumbui dengan nuansa jenaka namun substansinya tetap tersampaikan dan mudah diterima masyarakat.
Bahkan Ustadz Das`ad pernah diajukan oleh Partai Nasdem untuk maju sebagai Calon Wali Kota Makassar dalam Pilkada 2024. Ustadz Das’ad menjelaskan alasan dirinya menolak ketika diminta untuk maju mewakili Partai NasDem dalam Pilkada Kota Makassar.
"Alhamdulillah ada partai yang melirik saya untuk masuk (Pilkada) Wali Kota Makassar. Terima Kasih, terutamanya Partai NasDem tapi saya pikir bukan di situ tempat saya, tempat saya mubaligh,” ujarnya. Ustadz Das’ad mengaku memiliki pemikiran sederhana. Satu di antaranya adalah dirinya tidak mau terbebani dengan jabatan yang nantinya akan diembannya."Saya sederhana, kalau saya jadi Wali Kota Makassar, maka saya akan hormat kepada Kapolres, saya akan hormat kepada Gubernur, datang lagi Menteri saya hormat lagi, datang presiden hormat lagi," ujarnya.Kondisi tersebut berbanding terbalik apabila dirinya tetap menjadi seorang penceramah. Sebab, sebagai seorang mubaligh yang menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain, dirinya kini tak terbebani. Termasuk memberikan hormat kepada para pejabat yang ditemuinya."Tapi karena saya mubaligh, saya tidak perlu hormat, saya bisa tegak menghadapi mereka," imbuhnya. "Bahkan saya ceramahi mereka," sambungnya.Selain itu, alasan dirinya menolak menjadi Wali Kota Makassar adalah lebih kepada introspeksi diri. Ustadz Das`ad mengaku mengerti betul kemampuan dirinya. Sehingga dirinya merasa tidak pantas apabila mengemban amanah sebagai pejabat publik."Saya ada istilah begini, banyaknya rusak negara kita ini karena orang yang tidak ahli di bidangnya," urainya. Menurutnya, nabi sudah menjelaskan, apabila suatu perkara kau serahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggu kehancurannya."Saya punya hak berpolitik, tapi saya harus tahu diri, bukan di situ keahlian saya," tutupnya.
Share:
Tags:




Komentar