Prabowo Curhat Diejek soal Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pasangan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming secara resmi mengemban tugas sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa jabatan 2024-2029 pada Minggu, 20 Oktober 2024. Keduanya dilantik dalam Sidang Paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam rangka Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Masa Jabatan 2024-2029 yang diselenggarakan di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta. Setpres
"Saya diejek lagi, Prabowo bisa saja dia ngomong mau pertumbuhan 8%," kata Prabowo, di acara Sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke 112 Muhammadiyah di Kupang, Rabu (4/12/2024).
Ia mengatakan Bung karno mengajarkan untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit. "Kalau tidak langit minimal jauh di antara bintang-bintang," katanya.
Untuk mencapai target itu ia berupaya untuk menutup kebocoran anggaran dan penghematan. Ia juga meminta jajaranya mengurangi acara seminar rapat di hotel, juga meminta pejabat mengurangi perjalanan ke luar negeri.
"Kita perjalanan luar negeri saja itu US$ 3 miliar. Kalau bisa dikurangi 50% artinya kita bisa menghemat Rp 15 triliun," jelasnya dilansir dari CNBC Indonesia.
Sebagai gambaran, pada 2023 lalu, pertumbuhan ekonomi tercatat di angka 5,05%. Karena itu, target Presiden Prabowo untuk mencapai 8% pertumbuhan ekonomi terbilang sangat berat.
Permata Institute for Economic Research (PIER) melalui laporan Economic Outlook 2025 bertajuk "Economic Forces at Play: Balancing Domestic Drivers and Global Uncertainty" memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,15% pada 2025. Konsumsi rumah tangga dan investasi diperkirakan masih menjadi pendorong utama perekonomian.




Komentar