Mobil Listrik China Menumpuk di Pelabuhan Eropa Kenapa?

Minggu, 19/05/2024 20:02 WIB
mobil china listrik menumpuk seret penjulan Foto : otomotif.okezone.com

mobil china listrik menumpuk seret penjulan Foto : otomotif.okezone.com

law-justice.co -  

Beberapa pelabuhan di Eropa sedang mengalami penumpukan kendaraan listrik, yang mayoritas berasal dari China. Ini kabarnya terjadi karena penurunan penjualan kendaraan ramah lingkungan tersebut.
Dikutip dari Euronews, penumpukan kendaraan listrik yang diekspor dari Asia tersebut setidaknya bisa ditemukan di Antwerp dan Zeebrugge, Belgia. Dua pelabuhan tersebut menyediakan lahan parkir raksasa untuk menampung setidaknya 130.000 kendaraan listrik.

Mobil-mobil listrik itu mayoritas merupakan brand asal China. Di antaranya yang terlihat adalah MG, BYD, Nio, XPeng, Lynk & Co, Omoda, dan Hongqi.

Baca juga:
Wuling Imbau Jangan Biasakan Fast Charging, Bikin Baterai Kurang Awet?


Pihak pelabuhan membantah kalau mobil-mobil listrik yang `mangkrak` tersebut seluruhnya berasal dari China. Namun mereka tidak menyebutkan juga dari negara lain asal mobil-mobil BEV tersebut berasal.

Seorang sumber yang tak disebutkan namanya, menyebut mobil-mobil tersebut sudah ada yang terparkir di lokasi itu sampai setahun lamanya.

 

Dalam setidaknya satu tahun terakhir, penetrasi merek mobil China di Eropa memang terus meningkat.

Sejalan dengan tren peralihan ke kendaraan  Hijau atau  ramah lingkungan yang tengah meningkat di banyak negara Eropa, plus insentif pemerintah beberapa negara pada pembeli kendaraan-kendaraan listrik.

Mauk ke eropa malah meningkat 30%

Masih dikutip dari Euronews, pada empat bulan pertama tahun 2024 saja ada 1,3 juta mobil listrik China masuk ke Eropa. Angka ini melonjak 33% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Seperti diketahu eropa adalah pencetus energi hijau yang paling aktif sampai dibuatkan perjanjian tertulis untuk dijadikan mile stone yang akhirnya diikuti seluruh dunia dan konsenkwensi apa tidak turut meski tidak tertulis.


Penjualan Mobil Listrik di Eropa Menurun
Penumpukan mobil-mobil listrik di pelabuhan ini ditengarai terjadi karena terjadinya perlambatan penjualan mobil listrik di Eropa. Meskipun sampai beberapa waktu lalu trennya terlihat sangat tinggi, kini malah terjadi kecenderungan penurunan.

BBC melaporkan, pada empat bulan terakhir 2023 jumlah mobil listrik yang terjual di Benua Eropa turun 11% jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ini merupakan penurunan pertama yang tercatat sejak tahun 2016.

Dalam rilis terbarunya, Tesla juga melaporkan penurunan penjualan global mereka hingga sebesar 9% pada periode Januari-April 2024. BYD mengalami kondisi serupa.

Diberitakan :  Jurus Joe Biden Jegal Mobil China Berkeliaran di Amerika


Diberitakan sebelumnya, beberapa brand mobil Eropa dan Amerika memutuskan `melonggarkan` target elektrifikasi yang mereka sempat canangkan.

Mercedes Benz pada awalnya menargetkan seluruh produknya akan full elektrifikasi pada tahun 2025. Namun dalam pernyataan terbaru yang disampaikan CEO Ola Kaellenius, Mercedes menyatakan mereka akan terus mengembangkan dan menjual mobil berbahan bakar bensin sampai selepas 2030.

Pun begitu dengan Ford, yang memutuskan tak lagi memasang target produksi mobil listrik, yang sebelumnya dicanangkan bisa membuat 2 juta mobil listrik pada 2026. Pabrikan asal Amerika Serikat itu menyebut `tidak tahu kapan akan bisa mencapai target tersebut`.

Lalu ada General Motors. GM pada awalnya sempat menargetkan akan memproduksi 400.000 mobil listrik antara 2022 sampai 2024. Namun karena permintaan yang minim, mereka membatalkan rencana tersebut, pada penghujung tahun lalu. Disebutkan, kalau langkah tersebut diambil demi meningkatkan pendapatan perusahaan.

 Pendapat dari pakar energi alumni Elektro 83 ITB Pak Yunni , Energi hijau itu tidak ada yang murah . Semua ketergantungan   dari pihak luar lokalnya malah tidak melempem.

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar