Pengelolaan Liga 1 Buruk, Alasan Tenaga Asing Profesional Dibutuhkan

Minggu, 09/10/2022 15:59 WIB
Logo PT Liga Indonesia Baru (LIB) (Foto:BolaSkor.com)

Logo PT Liga Indonesia Baru (LIB) (Foto:BolaSkor.com)

law-justice.co - Terjadinya peristiwa tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang ,membuktikan bahwa penanganan tata kelola sepak bola Indonesia sangat buruk.

Bahkan Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita yang memegang kendali kompetisi BRI Liga 1 ini menjadi tersangka.

Hal ini terungkap karena menolak permintaan panitia penyelenggara (panpel) pertandingan yang mengajukan perubahan jadwal dari malam hari menjadi sore hari. Permintaan ini kemudian ditolak PT LIB dengan alasan kesepakatan dengan pihak broadcaster.

Potret buruk kinerja PT LIB ini turut memunculkan wacana yang mempromosikan pihak-pihak profesional untuk mengelola kompetisi Nasional

Salah satu contoh terbaiknya sebetulnya sudah diperlihatkan Kamboja yang menunjuk Satoshi Sato untuk menduduki jabatan Chief Executive Officer (CEO) Cambodian Premier League.

Sosok ini memiliki pengalaman luar biasa, baik saat menjabat di Federasi Sepak Bola Jepang (JFA), AFC, hingga FIFA.

Karena itu, langkah menunjuk profesional tenaga asing berpengalaman bisa dijadikan acuan untuk kualitas pengelolaan kompetisi.

Berikut alasan mengapa pengelolaan profesional asing sangat dibutuhkan.

1. Menjaga integritas

Pengelola kompetisi yang profesional tentu diharapkan mampu menjaga integritasnya dalam memimpin PT Liga Indonesia Baru (LIB). Karena untuk memperbaiki tata kelola penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional yang sejauh ini masih jalan di tempat.

Dengan integritas semacam ini, maka profesional asing yang nantinya memimpin PT LIB akan terbebas dari upaya-upaya tertentu yang mencoba mempengaruhinya.

2. Bebas dari Konflik Kepentingan

Orang-orang profesional yang didatangkan dari luar negeri tentu akan terbebas dari konflik kepentingan jika nantinya menduduki jabatan pimpinan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Sebab, profesional asing ini tidak memiliki koneksi apapun dengan klub-klub sepak bola di Indonesia. Harapannya, hal ini bisa membebaskan sosok tersebut dari konflik kepentingan dengan klub-klub tertentu.

3. Memahami Tata Kelola Industri Sepak Bola Modern

Potensi besar yang dimiliki Indonesia tentu harus diolah semaksimal mungkin agar bisa berkembang pesat. Oleh karena itu, sosok yang tepat memang profesional asing yang memahami industri sepak bola modern.


-Hafidz-

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)

Share:




Berita Terkait

Komentar