Ini Alasan Indosat PHK 300 Karyawan

Sabtu, 24/09/2022 15:28 WIB
Logo Indosat Ooredoo Hutchison (detik.com)

Logo Indosat Ooredoo Hutchison (detik.com)

Jakarta, law-justice.co - Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi Indosat Ooredoo Hutchison mengumumkan hendak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 300 karyawannya. Apa alasannya?

"Inisiatif reorganisasi sangat penting untuk keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan. Seluruh karyawan telah memahami perlunya meningkatkan kelincahan dan bertumbuh lebih cepat sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pasar saat ini," kata Director & Chief of Human Resources Officer Indosat Ooredoo Hutchison Irsyad Sahroni Irsyad, dikutip dari rilis, Sabtu (24/9/2022).

Selanjutnya, ia menjelaskan alasan PHK tersebut. Menurutnya, reorganisasi diperlukan agar Indosat dapat lebih lincah dan tumbuh lebih cepat di industri telekomunikasi. Perusahaan juga menghadapi kebutuhan tumbuh lebih jauh dengan size yang tepat.

Inisiatif PHK ini juga didasarkan strategi bisnis ke depan dan pertimbangan yang komprehensif, sehingga dapat menjadi langkah strategis yang membawa Indosat menjadi perusahaan telekomunikasi digital paling dipilih di Indonesia. Sementara itu, tawaran PHK kepada karyawan juga diterima dengan baik.

"Inisiatif rigthsizing berjalan lancar sesuai rencana dan telah diterima dengan baik oleh sebagian besar karyawan yang terkena dampak," 

 

 

Karyawan Indosat yang menyetujui PHK nantinya akan mendapat paket PHK berupa uang kompensasi. Indosat mengklaim, nilainya lebih tinggi dari yang dipersyaratkan undang-undang, salah satunya pesangon hingga 75 kali upah.

Jumlah itu tentu lebih tinggi di atas persyaratan ketentuan undang-undang yang berlaku. Namun, tidak semua karyawan yang akan di-PHK mendapat pesangon sebesar itu. Rata-rata pesangon yang ditawarkan pada karyawan Indosat adalah 37 kali upah.

"Prosesnya sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang ada dan telah dilakukan dengan pertimbangan matang, yang dilakukan secara objektif dan fair," pungkas Irsyad.

(Amelia Rahima Sari\Yudi Rachman)

Share:




Berita Terkait

Komentar