Siapa Keluarga Tajir Rothschild yang Terseret Keributan Elon Musk?

Sabtu, 21/05/2022 11:06 WIB
Rothschild, keluarga Yahudi kaya (line)

Rothschild, keluarga Yahudi kaya (line)

Jakarta, law-justice.co - Orang terkaya dunia Elon Musk kembali menghebohkan dunia dengan aksinya. Kali ini Elon Musk menyeret keluarga Rothschild di Twitter usai seorang ekonom bernama David Rothschild mengomentarinya.

Keluarga Rothschild merupakan keluarga Yahudi yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS). David Rothscild menyinggung Musk kala bos Tesla itu mengkritik Partai Demokrat. Ini juga terkait kepindahannya ketertarikan politiknya ke Partai Republik.

Rothschild kemudian menyebut soal "hak istimewa Musk sebagai orang kulit putih, anak pemilik tambang zamrud di Afrika Selatan (Afsel)". Namun ia kemudian di bully pengguna Twitter lain karena nama belakangnya mirip dengan kekuatan dinasti perbankan terkenal seantero Eropa bahkan dunia, Rothschild.

Padahal diketahui, ia tak memiliki hubungan sama sekali dengan keluarga tersebut. Salah satu netizen pembelanya mengatakan, mereka hanya "terjebak" kesamaan nama.

Keluarga Rothschild diyakini memiliki kekayaan US$ 350 miliar atau setara Rp5.035 triliun. Pengumpulan kekayaan keluarga ini dimulai oleh Mayer Amschel Rothschild.

Mayer sendiri merupakan anak dari pedagang valuta asing yang bernama Amschel Rothschild. Ia lahir di sebuah pemukiman Yahudi di Frankfurt, Jerman, pada 23 Februari 1774.

Dengan latar belakangnya ini, ia memfokuskan hidupnya untuk menjadi seorang bankir. Ia mengawali karirnya di bank bentukan bankir Yahudi lainnya, Simon Wolf Oppenheimer. Di sana ia bekerja dan mempelajari perdagangan internasional dan valuta asing.

Rothschild lalu memutuskan untuk mendirikan usaha perbankannya sendiri abad ke-18. Dari usaha kecil yang bergerak di bidang perdagangan, bisnis Mayer kemudian berkembang pesat.

Ia mulai merambah ke bank dagang, bank swasta, akuisisi dan merger. Ia juga merambah asuransi dan modal ventura, komoditas, investasi dan dana pensiun.

Saat ini, salah satu anggota keluarga itu yang masih hidup dan berpengaruh besar adalah David Rene de Rothschild. Pria berusia 78 tahun itu adalah Ketua Dewan Pengawas Rothschild & Co dan Kepala Rothschild Continuation Holdings.

Selain itu, ia juga menduduki jabatan strategis di Komisi Yahudi Dunia atau yang dikenal dengan WJC sebagai ketua Dewan Pengurus. WJC bekerja untuk memperkuat ikatan antara orang Yahudi dan melindungi hak-hak dan keselamatan mereka, dengan anggota meliputi 80 negara.

Meski identik dengan nama keluarga, banyak teori konspirasi menyeruak. Mengutip Forward.com, nama Rothschild diyakini sebagai singkatan untuk jaringan antisemit yang besar, tentang orang-orang Yahudi yang mengendalikan kekayaan dan kekuasaan.

Keributan soal keluarga Rothschild sebenarnya bukan sekali ini saja terdengar. Marit 2022, Rothschild juga dikaitkan dengan pandemi Covid-19.
Keluarga itu disebut-sebut menjadi dalang dari pandemi Covid-19 dan juga diuntungkan dengan situasi hari ini.

Richard A. Rothschild, salah satu anggota keluarga Rothschild, dilaporkan telah memiliki paten teknologi untuk pengujian Covid-19. Ia diduga menyebarkan virus ini untuk mendapatkan keuntungan dari sistem pengujiannya.

 "Artikel tersebut mengklaim bahwa tanggal prioritas 2015 adalah bukti bahwa pandemi virus corona telah direncanakan," tulis laporan itu seperti dilaporkan Reuters akhir tahun 2021 lalu.

Akan tetapi setelah ditelusuri oleh Reuters, klaim mengejutkan itu ternyata palsu. Di tahun 2015 seorang memang ada pria bernama Richard A. Rothschild yang mengajukan sebuah paten, namun bukan untuk pelacakan virus corona, melainkan paten tersebut digunakan untuk melakukan pelacakan biometrik.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar