Takut Diambil Rusia, Militer Inggris Buru-buru Cari Jet Tempur F-35

Jum'at, 19/11/2021 15:40 WIB
Ilustrasi Jet Tempur. (US Navy CNN)

Ilustrasi Jet Tempur. (US Navy CNN)

law-justice.co - Militer Inggris bergerak cepat untuk mencari dan mengevakuasi sisa-sisa dari jet tempur F-35 yang jatuh di Laut Mediterania.

Pilot Angkatan Udara Inggris (RAF) terpaksa menyelamatkan diri saat F-35B Lightning yang dikemudikannya jatuh tak lama setelah lepas landas.

Ini merupakan kali pertama pesawat tempur yang diklaim paling canggih itu jatuh di laut, tepatnya kawasan Mediterania.

Inggris melakukan evakuasi secara cepat lantaran takut Rusia mengambilnya lebih dulu dan memperoleh rahasia teknologi pesawat tempur seharga £100 juta (Rp1,9 triliun) tersebut.

Seorang pilot Inggris secara dramatis terlontar dari kursi kokpit F-35B Lightning II pada latihan rutin di atas Laut Mediterania pada hari Rabu (17/11/2021).
Pesawat itu diyakini hancur menghantam laut, tetapi puing-puingnya masih mengandung fitur yang sangat sensitif.

Pilot yang selamat dari insiden itu adalah bagian dari pasukan tempur kapal induk HMS Queen Elizabeth, yang berlatih untuk perang.

Teknologi pada pesawat termasuk radar rahasia dan sensor yang memungkinkan F-35B terbang dengan kecepatan supersonik tanpa terlihat.

Tidak diketahui apakah F-35B telah jatuh sebelumnya di perairan internasional tetapi pada saat yang sama kemungkinan besar China mengetahui teknologi rahasianya melalui mata-mata.

Ini adalah pesawat paling canggih Angkatan Udara Kerajaan (RAF) Inggris yang mampu mendarat secara vertikal dan merupakan pesawat F-35 pertama Inggris yang hilang.

Angkatan Bersenjata Inggris sejak Rabu malam bergegas untuk memulihkan potongan-potongan pesawat tempur yang hancur karena takut jatuh ke tangan musuh, seperti Angkatan Laut Rusia.

Puing-puing pesawat ditemukan pada Rabu petang dan dilindungi oleh tim penyelam Anglo-AS hingga puing-puing pesawat tersebut dapat dipindahkan oleh Angkatan Laut.

Pilotnya sedang memulihkan diri dan kembali ke kapal induk setelah kecelakaan yang terjadi pada pukul 10 pagi pada hari Rabu. Dia diselamatkan setelah operasi darurat diluncurkan.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan, seorang pilot F35 Inggris dari HMS Queen Elizabeth terlontar selama operasi penerbangan rutin di Mediterania pagi ini.

“Pilot telah dikembalikan dengan selamat ke kapal dan penyelidikan telah dimulai, jadi tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut saat ini," kata juru bicara tersebut, melansir The Mirror, Jumat (19/11/2021).

Tidak ada kapal lain yang terlibat dalam insiden itu dan Kementerian Pertahanan telah memerintahkan penyelidikan atas apa yang salah.

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar