Nasihati Kapolri Soal Karangan Bunga Munarman, Begini Kata Salim Said

Kamis, 13/05/2021 06:13 WIB
Dosen Universitas Pertahanan Prof Salim Said nasihati Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal karangan bunga terkait Munarman di Mabes Polri (Medium).

Dosen Universitas Pertahanan Prof Salim Said nasihati Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal karangan bunga terkait Munarman di Mabes Polri (Medium).

Jakarta, law-justice.co - Kapolri Jenderal Lisyo Sigit Prabowo diminta oleh Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia Prof Salim Said untuk menyingkirkan karangan-karangan bunga yang dikirimkan mengatasnamakan berbagai pihak ke Mabes Polri. Menurutnya, keberadaan karangan bunga yang terkait dengan Munarman itu akan menimbulkan efek negatif karena dapat menimulkan kebencian di antara masyarakat.

"Jadi jangan sampai pemerintah malah tampak mengakomodir euforia kebencian kepada Munarman yang belum jelas kesalahannya," katanya seperti dikutip dari kanal YouTube Hersubeno Point.

Dia mengaku sudah bertahun-tahun menjadi penasihat Kapolri. Mulai 2000-an hingga di zaman Kapolri Bimantoro, diberhentikan. "Kalau saya masih penasihat Kapolri saya akan tulis surat kepada Kapolri supaya bunga-bunga yang dipasang di luar itu yang memprovokasi kebencian kepada Munarman itu disingkirkan dari kantor Kapolri," tegasnya.

Menurutnya pola ini sudah terjadi sejak pergantian Gubernur Jakarta, zamannya Ahok. Waktu itu halaman kantor gubernur DKI Jakarta penuh dengan bunga-bunga yang menunjukkan permusuhan kepada orang yang mengalahkan Ahok.

"Ini polanya sama. Ini baru tingkat bunga, bagaimana kalau level lebih tinggi lagi. Tingkat fisik. Kita mau bangsa ini pecah? ribut?," ujarnya.

Menurut Prof Salim, pemerintah jangan sampai membuat membuat kesan gembira seakan-akan ada dukungan masyarakat. Menurutnya, dukungan dari sejumlah kalangan pengirim bunga-bunga tersebut belum bisa diklarifikasi berdasarkan hukum atau bukti hukum.

"Kalaupun ada bukti hukum, maka yang menghukum itu negara, bukan kelompok masyarakat," katanya.

Jika kelompok yang kirim bunga itu dibiarkan, lanjutnya, maka tidak mungkin juga kelompok lain akan mengirimkan karangan bunga juga. "Kalau sudah capek kirim bunga bisa jadi kirim pentungan," tegasnya.

 

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar