Lancarkan Serangan ke Suriah, Joe Biden Mulai Panasi Iran

Sabtu, 27/02/2021 21:40 WIB
Presiden Joe Biden dan militer Amerika Serikat. (Foto: Time of Israel).

Presiden Joe Biden dan militer Amerika Serikat. (Foto: Time of Israel).

law-justice.co - Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Joe Biden mulai memanasi Iran dengan melancarkan serangan udara ke kelompok militan di Suriah pada Jumat, (26/2/2021). AS menuding kelompok yang mereka serang tersebut mendapat sokongan dari Iran.

Suriah tak tinggal diam teritorialnya menjadi objek serangan tentara asing. Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut AS pengecut atas serangannya karena bertindak di luar kesepakatan hukum internasional. Sebaliknya, tindakan AS justru tak beradab layaknya mengikuti hukum rimba.

“Suriah mengutuk secara tegas perbuatan Amerika Serikat yang telah melakukan serangan pengecut ke sejumlah area di Deir al-Zor, dekat perbatasan Irak-Suriah,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah dikutip dari Reuters, Sabtu (27/2/2021). 

Pemerintah Suriah lantas meminta Biden berpegang pada hukum internasional, bukan justru meneruskan hukum rimba seperti yang telah dilakukan Trump sebelumnya.

Iran, yang menjadi objek konfrontasi atas serangan ini, bersikap sama seperti Suriah. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengatakan negaranya menguruk keras serangan AS tersebut dan menyebutnya sebagai agresi ilegal. Tak hanya itu, Iran menyatakan AS juga telah melanggar HAM serta hukum internasional.

Sumber yang dekat dengan Iran mengungkapkan serangan udara AS itu menewaskan satu militan dan melukai empat orang lainnya. Sedangkan sumber di Pemerintah AS mengatakan ruang gerak mereka terbatas karena Pemerintahan Biden akan mencoba menghindari eskalasi yang lebih besar.

Sebagaimana diketahui, AS dan Iran tengah mencari pengaruh dalam upaya menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran yang dikunci dengan negara-negara kekuatan dunia pada 2015, namun ditinggalkan oleh mantan Presiden Donald Trump pada 2018.

“Anda tidak bisa bertindak dengan impunitas. Berhati-hatilah,” ujar Biden mengomentari serangan militernya itu.

Serangan udara AS ke timur Suriah terjadi pada Jumat pagi waktu setempat, yang mengincar tempat-tempat persembunyian kelompok militan di Suriah. Kelompok militan yang ada disana diduga didukung oleh Iran.

(Muhammad Rio Alfin\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar